KISAH Jusuf Hamka Bangun Tol Cisumdawu Pakai Duit Pribadi, Sudah Habis Segini

KISAH Jusuf Hamka Bangun Tol Cisumdawu Pakai Duit Pribadi, Sudah Habis Segini

Jusuf Hamka bangun Tol Cisumdawu pakai duit pribadi.-Jusuf Hamka/Ig-radarmajalengka.com

BACA JUGA:MENGGELIAT LAGI! 2 Kali Seminggu AirAsia Terbang Kertajati - Kuala Lumpur PP

Disusul PT Waskita Toll Road 16,06 persen, PT Brantas Abipraya 25,69 persen, PT Jasa Sarana 3,67 persen.

Di perushaaan itu, putri Jusuf Hamka yakni Fitria Yusuf, menjadi Komisaris Utama di PT CKJT yang bertanggung jawab pada pembangunan Tol Cisumdawu Seksi 3 sampai dengan 6.

Terkait dengan pembiayaan dari bank, Jusuf Hamka mengatakan, pembiayaan dari bank sindikasi menggambarkan kepercayaan Perbankan kepada CKJT selaku operator Tol Cisumdawu.

Dana yang diberikan dapat menggenjot penyelesaian konstruksi Seksi 4 hingga 6 serta Dawuan Junction.

BACA JUGA:LUAR BIASA! Proyek Sangkuriang Jembatan Gunung Puyuh Tol Cisumdawu Hampir Jadi

Tujuan pemberian fasilitas pembiayaan MMq untuk Pembiayaan Investasi (Refinancing) atas Hak Konsesi Pengusahaan Jalan Tol Ruas Jalan Tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan seksi 3,4,5, dan 6.

Menurut Jusuf Hamka, dirinya menggunakan sebagian besar uang pribadi untuk progres sampai dengan 80 persen. Kemudian sisanya pembiayaan dari bank syariah untuk menuntaskan sisanya.

Jusuf Hamka baru menandatangani pembiayaan Tol Cisumdawu sebesar Rp5,5 triliun pada 28, Desember 2022. Padahal, di tahap tersebut proyek sudah tinggal 20 persen lagi selesai.

Ternyata, 80 persen pembiayaan proyek tersebut sebelumnya diambil dari duit pribadi. Dia mengistilahkannya dengan 'duit anak kampung'.

BACA JUGA:WASPADA! Majalengka Bakal Menerima Limpahan Pemudik dari Cisumdawu dan Cipali

"Alhamdulillah duit anak kampung, ini swasta yang membangun untuk negeri. Ini bukan jalan tol satu-satunya, kita udah ada enam," tandas Jusuf Hamka.

Dia menambahkan, ketika ada yang menyebutkan pembangunan jalan tol menggunakan uang pemerintah, hal tersebut tidak sepenuhnya benar.

Sebab, yang sesungguhnya adalah ada kolaborasi antara pemerintah, badan usaha milik negara (BUMN) dengan perusahaan swasta.

"Jadi nggak ada duit pemerintah. Itu bohong. Ini kolaborasi pemerintah, BUMN dan swasta. Kalau orang nyinyir sama pemerintah salah besar, ini swasta berbakti untuk negeri," beber dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: