DPRD Majalengka Dukung Relokasi Industri Pertahanan ke BIJB Kertajati

DPRD Majalengka Dukung Relokasi Industri Pertahanan ke BIJB Kertajati

Jambore Starlet 2025 akan digelar di Bandara Kertajati, Majalengka.-INSTAGRAM INFOBIJB-radarmajalengka

MAJALENGKA, RADARMAJALENGKA.COM – Gagasan menjadikan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sebagai pusat industri pertahanan nasional semakin mengemuka.

Wacana ini mencuat setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengusulkan pemindahan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan PT Pindad dari Kota Bandung ke kawasan BIJB yang terletak di Kabupaten Majalengka.

Menurut Dedi, keterbatasan lahan di Kota Bandung saat ini menjadi hambatan utama dalam pengembangan industri strategis.

Oleh karena itu, relokasi ke BIJB Kertajati yang memiliki lahan luas dinilai lebih representatif.
Ia bahkan mengusulkan agar pangkalan TNI Angkatan Udara yang saat ini berada di Bandara Husein Sastranegara turut direlokasi ke Kertajati.

BACA JUGA:Polres Majalengka Terima Supervisi Polda Jabar untuk Dukung Ketahanan Pangan dan Panen Raya Jagung

Dengan fasilitas bandara internasional dan ketersediaan lahan negara di sekitarnya, kawasan tersebut dinilai sangat mendukung pengembangan industri pertahanan, termasuk untuk keperluan uji coba pesawat.

Wacana tersebut langsung mendapat dukungan penuh dari Wakil Ketua DPRD Majalengka, Asep Eka Mulyana. Ia menilai, pemindahan dua perusahaan strategis nasional tersebut akan memberikan dampak signifikan, tidak hanya terhadap pertahanan, tetapi juga terhadap perekonomian daerah.

“Kami mendukung penuh gagasan ini karena menyangkut kepentingan strategis, baik untuk daerah maupun nasional. BIJB Kertajati sudah berdiri megah, tetapi pemanfaatannya belum optimal. Jika industri pertahanan dipusatkan di sini, Majalengka berpotensi menjadi pusat ekonomi baru di Jawa Barat,” kata Asep Eka saat ditemui di kantor DPRD Majalengka, Senin (25/8/2025).

Politisi Partai Golkar itu menambahkan, kehadiran PTDI dan PT Pindad di Kertajati akan menciptakan efek berganda.

BACA JUGA:Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Canangkan Transformasi Layanan Pertanahan untuk Tingkatkan Kepuasan

Tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga menggerakkan sektor-sektor pendukung seperti logistik, perhotelan, kuliner, hingga UMKM lokal.

“Ini bukan sekadar relokasi perusahaan, melainkan pembangunan ekosistem industri. Dampaknya besar bagi daerah, mulai dari peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), penyerapan tenaga kerja, hingga tumbuhnya kawasan industri pendukung. BIJB bisa menjadi magnet investasi jika konsep ini benar-benar dijalankan,” jelasnya.

Asep juga mengingatkan bahwa masyarakat Majalengka telah berkorban besar dalam pembangunan BIJB, termasuk dengan melepaskan lahan milik mereka. Karena itu, sudah sepatutnya mereka mendapatkan manfaat nyata dari keberadaan bandara tersebut.

“Jangan sampai BIJB hanya menjadi proyek mercusuar. Relokasi industri pertahanan adalah jawaban agar BIJB benar-benar memiliki fungsi strategis,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait