FAKTA TOL CISUMDAWU yang Ternyata Tidak Sampai Dawuan, Diusulkan Ganti Nama Cisumjaya atau Cisumjati

FAKTA TOL CISUMDAWU yang Ternyata Tidak Sampai Dawuan, Diusulkan Ganti Nama Cisumjaya atau Cisumjati

Tol Cisumdawu tidak sampai Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka. -Rochamedia/Ist-radarmajalengka.com

MAJELENGKA, RADARMAJALENGKA.COM - Tol Cisumdawu ternyata tidak sampai Dawuan, Kabupaten Majalengka. Trase jalan bebas hambatan itu, berakhir di Desa Sakurjaya, Kecamatan Ujung Jaya, Kabupaten Sumedang. 

Bila disambungkan dengan Junction Dawuan, seluruh trase Jalan Tol Cileunyi Sumedang Dawuan juga berakhir di Km 152 Jalan Tol Cikopo Palimanan (Cipali). 

Menariknya, di lokasi itu dibangun Simpang Susun Dawuan atau yang kerap disebut Junction Dawuan, tetapi lokasinya ada di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka. 

Karenanya, warganet pun riuh di media sosial mempertanyakan penamaan tersebut. Lantaran Tol Cisumdawu memang tidak sampai Kecamatan Dawuan. 

BACA JUGA:MASIH BINGUNG KE MANA? Ini 5 Rekomendasi Wisata dari Tol Cisumdawu, Lewat Gerbang Tol Ini

Mereka juga melontarkan usulan agar jalan tol penghubung Bandung dan Majalengka itu, diganti saja namanya. Yakni Cisumjaya atau Cileunyi, Sumedang, Ujung Jaya. 

Atau, Cisumjati. Yang merupakan kependekan dari Cileunyi, Sumedang, Kertajati. Mengutip dokumen pemberitaan Antara, pada tahun 2017 Kementerian PUPR memang melakukan evaluasi terkait dengan trase main road Tol Cisumdawu. 

Perubahan trase main road terjadi di Seksi 5 sampai dengan 6. Sehingga turut mengubah lansekap ruas jalan tol tersebut. 

Sedangkan mengutip sejarah Tol Cisumdawu, diketahui bahwa peletakan batu pertama proyek tol tersebut sudah dilakukan pada tahun 2011 oleh Menteri PUPR Djoko Kirmanto dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. 

BACA JUGA:HORE! Menembus dan Membelah Bukit, Tol Terindah di Indonesia Ditargetkan segera Selesai

Pada saat itu, proyek pengusahaan jalan tol itu, sudah bernama Tol Cisumdawu atau Cileunyi, Sumedang, Dawuan. 

Pada tahun 2013, dilakukan peninjauan lapangan oleh Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar. Saat peninjauan itu, wagub meminta agar jalan tol selesai di tahun 2016.

Sebab, diperlukan untuk menunjang akses  ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB). Sayangnya, akses tol itu gagal selesai sesuai dengan target.

Bahkan, BIJB Kertajati justru lebih dahulu jadi dan beroperasi tanpa dukungan akses jalan tol. Sehingga kurang optimal dalam melayani penerbangan penumpang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: