Legenda Situ Sangiang Berawal dari Cerita Kerajaan Talaga Manggung dan Kisah Seorang Raja yang Dikhianati

Legenda Situ Sangiang Berawal dari Cerita Kerajaan Talaga Manggung dan Kisah Seorang Raja yang Dikhianati

Situ sangiang yang memiliki legenda erat dengan Kerajaan Talaga Manggung. -Google Maps foto - Tangkapan layar-radarmajalengka.com

RADARMAJALENGKA.COM - Situ Sangiang yang terletak di Desa Sangiang Majalengka ini selain menjadi suatu tempat destinasi wisata pilihan, namun tersimpan beberapa cerita legenda yang melekat di dalamnya.

Dilansir dari berbagai sumber yang ada, legenda dari Situ Sangiang ini erat kaitannya dengan salah satu kerajaan yang besar di Majalengka, yang bersama Kerajaan Talaga Manggung

Legenda dari Situ Sangiang yang erat kaitannya dengan Kerajaan Talaga Manggung sebagai Kerajaan yang dulunya berdiri megah di Majalengka, namun menurut legenda konon katanya Kerajaan Talaga Manggung hilang ketika sang raja tewas di tangan menantunya. Ya, seorang raja tersebut dikhianati oleh menantunya sendiri.

Pada artikel berikut ini akan membahas mengenai beberapa informasi yang bersumber dari beberapa rangkuman yang ada mengenai legenda Situ Sangiang Majalengka, yang memiliki kisah legenda yang sudah turun temurun di masyarakat setempat. Simak selengkapnya disini. 

BACA JUGA:MISTIS! Situ Sangiang di Majalengka Memiliki Kisah Mitos Turun Temurun, Diduga Ada Kuburan Keramat Juga

Legenda Situ Sangiang sendiri berdasarkan cerita yang sudah turun temurun dan dipercaya masyarakat memiliki kisah yang Berawal dari Kerajaan Talaga Manggung sebagai Kerajaan yang besar di Majalengka. Yang dipimpin oleh seorang raja yang bernama Sunan Talaga Manggung. 

Menurut legenda, Sunan Talaga Manggung sebagai raja yang berkuasa di Kerajaan Talaga Manggung ini harus meregang nyawa ditangan menantunya yang bernama Patih Palembang Gunung. Akibat dari tegasnya sang raja imbasnya Kerajaan Talaga Manggung ini hilang.

Patih Palembang Gunung merupakan menantu dari Sunan Talaga Manggung yang memiliki ambisi untuk menjadi seorang raja, bahkan ia rela membunuh Sunan Talaga Manggung yang merupakan mertuanya sendiri. Menurut legenda Sunan Talaga Manggung memiliki kesaktian yang luar biasa, Sunan Talaga Manggung tewas di tangan menantunya dengan pusaka Kerajaan yang berupa tombak. Kelemahan dari sang raja sendiri hanya diketahui oleh tangan kanannya saja, jika berdasarkan legenda.

Berdasarkan legenda Sunan Talaga Manggung sendiri memiliki dua orang anak, yang pertama bernama Ratu Simbarkencana dan Raden Panglurah. Dan Patih Palembang Gunung sendiri merupakan suami dari Ratu Simbarkencana.

BACA JUGA:Bukit Kanaga Hill Camp Majalengka Sebagai Destinasi Wisata di Kaki Gunung Ciremai, Cocok Bagi Para Petualang!

Berdasarkan legenda, ambisi dari Patih Palembang Gunung inilah yang mengakibatkan hilangnya Kerajaan Talaga Manggung karena raja Sunan Talaga Manggung yang dibunuh, dan Kerajaan yang hilang ini berubah wujud menjadi Situ Sangiang.

Patih Palembang Gunung sendiri juga tewas di tangan istrinya sendiri pada saat Patih tersebut sedang tertidur pulas, ia ditikam menggunakan tusuk konde oleh istrinya, karena istrinya sudah mengetahui perilaku keji yang dibuat oleh suaminya, sebagai dalang utama dari pembunuhan ayahnya, Sunan Talaga Manggung. 

Anak dari Sunan Talaga Manggung yang bernama Raden Panglurah ia sendiri malah menyusul ayahanda nya ke dalam Situ Sangiang dan ia pun menghilang. Berdasarkan legenda, Ratu Simbarkencana menikah lagi dengan Raden Kusumalaya Ajar Kutamangu. Ia merupakan keturunan Galuh dan mempunyai putra bernama Sunan Parung. 

Sunan Parung sendiri merupakan cucu dari Sunan Talaga Manggung yang memiliki kesaktian yang luar biasa berdasarkan legenda. Dan Sunan Parung sendiri dimakamkan di dalam kawasan Situ Sangiang, sebagai kawasan makam yang di keramatkan dan biasanya dijadikan sebagai tujuan untuk berziarah bagi orang-orang. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: