Waduh, Penderita Thalasemia Berjumlah 145 Orang

Waduh, Penderita Thalasemia Berjumlah 145 Orang

Kegiatan donor darah oleh pmi cabang mjk sangat membantu penderita thalasemia-Almuaras-Radarmajalengka.com

MAJALENGKA, RADARMAJALENGKA.COM - Penyandang penyakit thalasemia di Kabupaten Majalengka  cukup banyak. Ketua Perhimpunan Orang Penyandang Thalasemia (POPTI) Kabupaten Majalengka, Yaya Suharyana menyebutkan jumlahnya mencapai 145 orang. Untuk kelangsungan hidupnya sangat bergantung kepada donor darah.

“Kami sangat berterima kasih kepada PMI dan para pendonor yang telah sukarela mendonorkan darahnya  untuk penyandang thalasemia,” kata Yaya kepada wartawan koran ini, kemarin.

Menurut Yaya untuk mendapatkan darah, pihaknya tidak dikenakan biaya karena memiliki BPJS. Tapi bila stok di PMI lagi kosong maka keluarga penyandang thalasemia yang membawa donor pengganti.

“Para penyandang thalasemia itu sangat bergantung kepada donor darah sehingga adanya stok darah di PMI sangat diharapkan,” ujar Yaya seraya menambahkan keluarga penyandang thalasemia sangat  berharap bisa sehat.

BACA JUGA:Peringati Hari Bhayangkara Ke 77, Polres Majalengka Gelar Istighosah dan Do’a Bersama

BACA JUGA:Polres Kota Cimahi dan DAM Perkuat Keselamatan Berkendara dengan Kompetisi Safety Riding

Seorang penderita, Nana menyebutkan dirinya bersama para penderita gagal ginjal secara rutin sangat membutuhkan  darah untuk cuci  darah. “Kami sangat bergantung kepada donor darah, sehingga sangat berterima kasih kepada PMI yang terus melaksanakan donor darah.

Karena untuk cuci darah bagi penderita gagal ginjal sesuatu yang diharuskan demi kelangsungan hidupnya,” ujar Nana kepada Radar, kemarin.

Ketua PMI Majalengka, Dr H Momon Lentuk  MPd  menyebutkan selama 2 tahun terakhir ini PMI tidak melaksanakan kegiatan donor darah ke sekolah dan madrasah karena adanya pandemi Covid-19.

Namun karena kondisi penularan Covid-19 sudah dicabut dan proses pembelajaran di sekolah serta madrasah dilakukan secara tatap muka, maka PMI mulai melaksanakan kegiatan donor darah di sekolah dan madrasah.

“Sosialisasi ini bertujuan untuk membentuk kelompok donor darah di Kabupaten Majalengka,” ujar Momon  diiyakan Kabid Pelayanan, Sylvia Dwi Ningrum, AMd Kes.

BACA JUGA:Asyik! Pemerintah Tambah Dua Hari Cuti Bersama Iduladha 1444H

BACA JUGA:PPIH Dirikan Pos Kesehatan Utama dan Satelit di Armina Jelang Puncak Haji

Menurut Sylvia Dwi Ningrum dalam satu bulan PMI menargetkan 1.400 pendonor.  PMI memberlakukan DP (donor pengganti) dari pihak keluarga pasien yang membutuhkan darah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: