Kenaikan Kelas SLB C YPLB Diwarnai Isak Tangis

Kenaikan Kelas SLB C YPLB Diwarnai Isak Tangis

HARU BIRU: Pentas seni dan kenaikan kelas digelar Sekolah Luar Biasa (SLB) C YPLB Majalengka diwarnai oleh tangisan haru.-Almuaras-Radarmajalengka.com

MAJALENGKA, RADARMAJALENGKA.COM - Acara pentas seni dan kenaikan kelas yang digelar Sekolah Luar Biasa (SLB) C YPLB Majalengka diwarnai oleh tangisan haru.

Momen yang seharusnya ceria namun justru dipenuhi kesedihan karena merupakan ajang perpisahan bagi para guru yang pindah tugas.

Kepala SLB C YPLB Majalengka, Aang Turangga, SPd, menyebutkan bahwa ada empat guru honorer SLB C YPLB Majalengka yang diangkat menjadi P3K dan harus pindah tugas.

Mereka adalah Monalisa SPd, dan Ateng Wahyudi SPd, yang kini bertugas di SMAN 1 Majalengka (Smansa).
Sedangkan Eli Marlina dan Pujia Rizki Agustin diangkat menjadi P3K dan bertugas di SLBN Majalengka.

BACA JUGA:ASN Ikut Pilkada Mundur, 40 Hari sebelum Pendaftaran

Selain itu, ada juga Samen yang sudah keluar lebih dulu karena sibuk kuliah.
Aang mengakui bahwa awalnya ada 12 guru di SLB C yang ia pimpin menggantikan Almahum Wiwit SPd, dan kini sudah ada penggantinya untuk mengisi posisi guru yang diangkat menjadi P3K.

Ia menjelaskan bahwa SLB C sebelumnya khusus untuk siswa tuna grahita, namun dengan aturan baru, kini tidak ada lagi labelisasi SLB sehingga harus menerima Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dari berbagai jenis.
Disebutkan bahwa saat ini terdapat 62 anak SLB C YPLB Majalengka tingkat SD, SMP, dan SMA, dan tahun ini ada lima siswa SMA yang lulus.

"Kami melaksanakan pentas seni rutin setiap tahun dalam acara kenaikan kelas untuk menunjukkan kemampuan siswa SLB," ujar pria 59 tahun ini.

Sementara itu, seorang guru, Pujia Rizki Agustin SPd menyatakan bahwa selama enam tahun menjadi guru honorer di SLB C, dan tahun 2024 ini diangkat menjadi guru P3K di SLBN Majalengka.

BACA JUGA:Kementerian ATR/BPN Upayakan Peningkatan Kualitas PPAT Seiring dengan Transformasi Digital

"Saya merasa senang namun juga haru karena diangkat menjadi P3K, tetapi juga sedih karena harus meninggalkan anak-anak yang sudah sangat dekat dengan saya," ujar alumni UPI Bandung Jurusan PLB ini.
Hal serupa diungkapkan oleh Ateng Wahyudi SPd, yang setelah 12 tahun menjadi guru honorer di SLB C, kini diangkat menjadi P3K di Smansa sebagai guru olahraga.

"Alhamdulillah saya senang diangkat menjadi guru P3K namun juga sedih meninggalkan anak-anak SLB," ujar alumni Unma ini.

Eli Marlina (43) merasa bahagia menjadi guru honorer di SLB C YPLB Majalengka dan diangkat menjadi guru P3K di SLBN Majalengka.

"Saya senang menjadi PNS dan bertugas di SLBN Majalengka," ujar ibu yang berasal dari Kelurahan Cijati Majalengka ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: