Yamaha_detail

UPDATE Kasus Subang Terbaru, dr Sumy Hastri Ungkap Pelaku Diduga Psikopat

UPDATE Kasus Subang Terbaru, dr Sumy Hastri Ungkap Pelaku Diduga Psikopat

Kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang terbaru hari ini 2022. -Ist-radarkuningan.com

Radarmajalengka.com, SUBANG - Update kasus Subang terbaru diungkap Ahli Forensik, dr Sumy Hastri Purwanti, yang sempat melakukan autopsi kedua pada jenazah kedua korban.

Menurut dr Sumy Hastri Purwanti, update terbaru kasus Subang terbaru meski belum mengarah kepada tersangka pembunuhan ibu dan anak tersebut.

Ahli forensik, dr Sumy Hastri Purwanti mengakui, update terbaru kasus Subang banyak yang menanyakan kepada dirinya termasuk dari wartawan.

Namun, tugasnya sebagai ahli forensik sudah selesai. Kendati demikian, dirinya juga berjuang sesuai dengan track sebagai seorang polisi.

BACA JUGA:Idul Adha di Arab Saudi 9 Juli, di Indonesia Baru Besoknya

Pihaknya juga mengakui bahwa cukup stres ketika ditanya update baru kasus Subang, mengingat belum bisa mengungkap pelaku sesuai harapan masyarakat dan keluarga.

Tetapi, dirinya juga berharap dapat diberikan kemudahan dalam mengungkap kasus pembunuhan tersebut.

Seperti diketahui, kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang terjadi pada 18, Agustus 2021 dan informasi terbaru, belum juga ada tersangka di tetapkan.

Perkembangan kasus menyedot perhatian masyarakat hingga saat ini. Pasalnya begitu banyak misteri yang belum dapat dipecahkan. Tidak hanya itu, perjalanan kasus pembunuhan ini juga kerap melebar.

BACA JUGA:Jokowi Bertemu Putin, Ini yang Disampaikan

Menurut dr Sumy Hastri, pihaknya masih terus berusaha dan berjuang dengan cara kepolisian. Meski dalam perjalanannya, seringkali mentok alias menemukan jalan buntu.

"Saya berjuang dengan cara saya di kepolisian. Selalu saya bilang kalau ada yang tanya, ya bismillah. Supaya diberi kemudahan," tutur Sumy, dalam perbincangan di kanal Youtube miliknya.

Terkait kasus Subang terbaru hari ini 2022, Sumy Hastri mengaku sebetulnya juga stres. Dia juga merasakan adanya ekspektasi baik dari masyarakat maupun keluarga untuk mengungkap kasus ini.

"Saya stres sebetulnya, karena kasus Subang. Masyarakat dan keluarga berharap, kepada saya. Tapi kasus ini belum selesai," tegasnya.

Sumber: