Video-Foto Ledakan Bom Hiroshima, Alat Rekam di Ketinggian 9.144 Meter Kamera Tak Berawak Jarak 731 Meter

Video-Foto Ledakan Bom Hiroshima, Alat Rekam di Ketinggian 9.144 Meter Kamera Tak Berawak Jarak 731 Meter

ledakan bom di Hiroshima (kiri) dan Nagasaki (kanan)(George R. Caron / Charles Retribusi ) --

RADARMAJALENGKA.COM-Para ahli mengungkapkan ledakan nuklir bisa membuat kekacauan besar pada lingkungan secara global, mulai dari perubahan iklim hingga matinya tanaman.

Hari ini merupakan momen 78 tahun jatuhnya bom atom 'little boy' seberat 5 ton di Hiroshima, Jepang, 1945. Penciptanya, Oppenheimer, pun menyesal di kemudian hari.

Meski demikian, terdapat foto dan rekaman video kejadian tersebut dan masih bisa dilihat hingga saat ini.

Lantas, bagaimana foto dan video itu diambil?

BACA JUGA:Jakarta Dilanda Krisis, Bendera Pertama Dijahit dengan Mesin Singer Digerakkan Tangan Saat Ibu Fat Hamil

Lokasi kamera yang digunakan untuk merekam ledakan bom diperkirakan menjadi penyebab foto atau rekaman video kejadian itu dapat dilihat hingga saat ini.

Sejarawan senior di Laboratorium Nasional Los Alamos, AS Alan Carr mengatakan, kamera tersebut diletakkan jauh dari area ledakan. Hal ini membuat kamera dapat menangkap ledakan bom dengan baik.

Dilansir dari Reuters (29/7/2023), peralatan rekaman untuk uji coba bom Trinity pada 1945 diletakkan di bunker pada ketinggian 9.144 meter.

BACA JUGA:Warga Pesisir Waspada Potensi Gelombang Tinggi hingga 4 Meter, Simak Imbauan BMKG

Tidak hanya itu, kamera tak berawak juga digunakan untuk mendekati area ledakan pada jarak 731 meter.

“Kamera ditempatkan di dalam kotak berlapis timah di kereta luncur, di mana mereka menangkap gambar ledakan di cermin yang langsung terkena cahaya dan ledakan tersebut,” tambah Carr.

Lapisan timah juga digunakan di bangunan yang menjadi tempat peletakkan kamera. Gunanya untuk melindungi dari ledakan.

BACA JUGA:Kerajaan Ini Ajak 40 Negara Bahas Operasi Militer Khusus Rusia ke Ukraina, Putin Tidak Hadir

Kamera yang digunakan untuk merekam ledakan bom nuklir juga tidak hanya ada satu. Diberitakan Politifact (4/7/2023), beberapa kamera dipasang mengarah ke lokasi pengujian bom.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: