VIRAL! Rumah Mewah Penjual Batagor di Malausma Majalengka, Habis Rp 700 Juta

VIRAL! Rumah Mewah Penjual Batagor di Malausma Majalengka, Habis Rp 700 Juta

Rumah mewah penjual batagor di Desa/Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka.-Rizquna Channel/Ist-radarmajalengka.com

MAJALENGKA, RADARMAJALENGKA.COM - Sebuah rumah mewah di Kampung Walahir, Desa Malausma, Kecamatan Malausma, Kabupaten MAJALENGKA viral di media sosial.

Ternyata rumah tersebut adalah milik Eli Subagya, yang merupakan penjual batagor di Jogjakarta. Dari hasil berjualannya di Kota Gudeg, ayah 3 anak tersebut berhasil membangun istana untuk keluarga kecilnya.

"Tidak pakai arsitek, tapi desain sendiri bersama tukang. Awalnya terinspirasi dari rumah yang pernah dikunjungi di Jogjakarta," kata Eli, yang kediamannya dipublikasikan Rizquna Channel, belum lama ini.

Diungkapkan Eli, rumah tersebut mulai dibangun tahun 2016 dan selesai sekitar 7 bulan. Termasuk untuk finishing dan pengecatan.

BACA JUGA:Tak Kalah Menarik, 5 Cofee Shop yang Instagramable di Kuningan

Rumah tersebut kini ditinggali oleh istri dan 3 anaknya. Sedangkan Eli, bolak-balik Jogjakarta - Majalengka untuk sesekali menengok usahanya.

"Saya jualan batagor di Jogja. Tadinya punya 6 karyawan. Sekarang sisa 4 orang. Jadi saya paling lama di Jogja 3 bulan. Kadang 1 bulan juga pulang ke Majalengka," tuturnya.

Eli mengaku, awalnya dia dan sang istri memang tinggal di Jogjakarta. Terutama saat mereka belum memiliki anak. 

Begitu memiliki anak pertama dan mulai masuk usia sekolah, sang istri memutuskan tinggal di Majalengka. "Begitu anak sekolah, istri di kampung," ungkap Eli.

BACA JUGA:Binggung Cari Tempat Nongkrong, Ini Ada 5 Cafe Bernuasa Alam di Majalengka

Rumah Eli memang tergolong menonjol untuk ukuran di pedesaan. Selain dibangun 2 lantai, bangunannya juga terlihat megah.

Untuk ukuran rumah, bangunannya saja 12 x 11 meter. Di dalamnya terdapat ruang tamu 4 x 5 meter. Ruang keluarga 4 x 8 meter. Kamar utama, kamar anak, ruang makan dan dapur serta garasi.

Tetapi untuk garasi, sampai sekarang masih belum diisi. Hanya terparkir 1 buah sepeda motor. "Garasinya dulu, nanti mudah-mudahan ada rezeki buat isinya (mobil, red)," katanya.

Memiliki rumah megah di kampung halaman, sebenarnya tidak pernah terpikir sebelumnya. Apalagi Eli bermula dari berjualan batagor di Kota Gudeg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: