Respons Orang Tua Terhadap Perubahan Aturan Seragam Sekolah Baru 2024, Ada yang Mengkritik Serta Mengeluh

Respons Orang Tua Terhadap Perubahan Aturan Seragam Sekolah Baru 2024, Ada yang Mengkritik Serta Mengeluh

Ilustrasi pakaian adat-Pinterest - Tangkapan Layar -radarmajalengka.com

RADARMAJALENGKA.COM - Perubahan kebijakan dan aturan yang mengatur penggunaan seragam sekolah baru 2024 ini, tak sedikit respons dari para orang tua serta wali murid yang mengkritik masalah perubahan aturan ini, dan tak sedikit yang mengeluh karenanya.

Kabar perubahan kebijakan ini santer terdengar hingga ke telinga orang tua serta wali murid peserta didik, karena perubahan aturan seragam sekolah ini menjadi perbincangan bagi setiap kalangan orang tua dan wali murid yang masih memiliki tanggungan anak sekolah.

Terlebih lagi berdasarkan banyak sumber yang beredar, aturan seragam sekolah baru 2024 ini mulai efektif diterapkan setelah lebaran 2024 oleh Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Makarim.

Pada artikel berikut ini yang isinya merupakan rangkuman dari beberapa respons para orang tua dan wali murid peserta didik dengan respons yang beragam, baik dengan nada mengkritik serta suara keluhan dari para orang tua dan wali murid peserta didik. Selengkapnya berikut di bawah ini.

BACA JUGA:Infinix GT 10 Pro 5G, Harga dan Spesifikasi di Indonesia, Performa Chipset Dimensity 8050 untuk Kualitas Gahar

Dilansir dari laman Wartakota yang menuturkan kritik dari salah satu orang tua yang memiliki anak dan masih sekolah yang bernama Mariah (42), berpendapat "Agak memberatkan karena kan kalau baju adat mau enggak mau kalau enggak sewa, beli. Baju adat kan sewanya agak lumayan harganya," pungkas Mariah yang sedikit mengeluh.

Ia juga menuturkan bahwa apabila aturan itu benar diterapkan, mencari baju adat sewaan akan lebih sulit karena dipastikan ada banyak orangtua yang juga ingin menyewanya. Terlebih lagi jika sementara apabila harus membeli baju adat, Mariah menganggap jika tak semua orangtua mampu membelinya untuk seragam sekolah baru peserta didik.

Mariah juga menjelaskan bahwa ia sebagai sosok orang tua peserta didik, yang masih memiliki tanggungan sekolah untuk kedua anaknya, bisa menjadi tantangan tersendiri bagi Mariah, ia berpendapat "Beli juga harganya enggak murah. Jadi kalau bisa jangan ada baju adat, biasa aja bajunya seragam sekolah biasa, kecuali kalau event-event tertentu enggak masalah kayak ulang tahun Jakarta atau apa boleh lah," ungkapnya saat ditemui oleh Wartakota di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Minggu (14/4/2024).

Mariah juga memberikan pendapat perihal penggunaan seragam sekolah baru seperti baju adat seperti ini, belum tentu menumbuhkan semangat nasionalisme peserta didik, lebih lanjut ia menjelaskan bahwa semangat nasionalisme harusnya tumbuh di dalam kesadaran masing-masing individu seperti bagaimana cara pihak sekolah memperkenalkannya kepada peserta didik.

BACA JUGA:Sinergitas BPIP dan Para Content Creator Serta Content Writer Untuk Mengamalkan Nilai Pancasila Dalam Tindakan

Dilansir dari sumber-sumber termasuk cuitan para warganet seperti yang dilansir dari akun sosial media X @kegblgnunfaedh "Gak maksa memang, tapi nanti anak yang beda pasti berasa gak enak sama anak-anak yang lain, hasilnya bisa minder atau beban ortu akhirnya,".

Lebih lanjut dari satu sumber yang sama yakni dari sosial media X, banyak para perwakilan dari warganet, baik dari orangtua atau warganet yang hanya ingin mengungkapkan keluh kesannya terkait aturan seragam sekolah baru 2024 yang dicanangkan oleh Kemendikbudristek. 

"Asal seragamnya dari pemerintah tanpa dipungut biaya, karena banyak orang tua wali yang keberatan untuk pembayaran baju seragam," ungkap warganet lain.

"Sama-ratakan semua, dana dari Anda, jangan memberatkan ortu," kata warganet lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: