Warga Mulai Kesulitan Air, BPBD SudahSalurkan 60 Ribu Liter Bantuan Air Bersih

Warga Mulai Kesulitan Air, BPBD SudahSalurkan 60 Ribu Liter Bantuan Air Bersih

MAJALENGKA-Sejumlah warga di wilayah Majalengka bagian utara kini harap-harap cemas dan mulai kesulitan air. Mereka berharap hujan segera turun agar kesulitan air bisa teratasi. Seperti yang diungkapkan Warju salah seorang petani di wilayah Cigasong. Saat ini ia memilih banting stir menjadi perajin batubata. Karena jika memaksa menanam air, ia akan rugi Karena tanaman akan gagal panen karena kekeringan.“Saat ini cuaca panas sekali. Air juga susah. Kami berharap hujan segera turun,” tuturnya. Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka telah mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak 60.500 liter ke 2.892 jiwa di Kabupaten Majalengka. Kepala pelaksana BPBD Majalengka Drs Agus Permana MP menyebutkan, jumlah tersebut tercatat sejak dua bulan terakhir yakni Agustus dan September. Bantuan air bersih diberikan untuk tujuh blok di lima desa/kelurahan untuk 1.006 KK. Distribusi bantuan air bersih tersebut di antaranyadilakukan di Desa Cipaku di Blok Pasir Landeuh. \"Di desa itu di distribusi 7.500 liter air,\" ungkapnya. Selain itu, di Kecamatan Kadipaten juga dilakukan distribusi air bersih tepatnya di Desa Liang Julang.Kemudian disusul di Desa Heuleut sebanyak 28 ribu liter air tepatnya Blok Ahad, Jumat, dan Dukuherih. Selain itu juga ada wilayah Kecamatan Majalengka masing-masing Kelurahan Cicurug dan Sindangkasih. Untuk kelurahan Cicurug tepatnya di blok Dukuh Hurip telah di distribusi 10 ribu liter air untuk 135 KK dan 140 jiwa. Sementara di Kelurahan Sindangkasih, distribusi 10 ribu liter air bersihdilakukan di blok Gunung Haur. \"Beberapa wilayah tersebut memang sudah lebih awal kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Kami tindaklanjuti setelah adanya surat permohonan bantuan air kepada pihak kami,\" paparnya. Di musim kemarau ini, BPBD Majalengka berpesan kepada masyarakat yang membutuhkan air bersih di desa agar melayangkan surat permohonan bantuan air bersih. Beberapa daerah di wilayah Majalengka yang mendapatbantuan air bersih rata-rata mengandalkansungai dan sumur umum untuk kebutuhan MCK. Sementara di  musim kemarau panjang ini sumber air sudah mengering. Dijelaskan mantan kepala Dispora kabupaten Majalengka ini, permintaan air bersih tahun ini relatif lebih awal dibanding tahun lalu. Pada 2018, permohonan bantuan air mulai diterima pada awal November. Berbeda di tahun sekarang, bulan Juli sudah mulai mendapatkan permintaan. \"Kami informasikan kepada masyarakat yang membutuhkan, bisa mengirimkan surat permohonan dari kepala desa-nya, yang ditembuskan ke camat setempat,\" ulas mantan camat Jatiwangi ini. Sementara itu, BMKG Jatiwangi memprediksi musim hujan di wilayah Ciayumajakuning akan turun sekitarakhir November 2019 mendatang. Masyarakat pun diminta tetap memperhatikan kesehatan, mengingat suhu panas udara saat ini mencapai 38 hingga 40 derjat celcius. ‎ Kepala Kelompok Operasional MBKG Jatiwangi, Ahmad Faa Iziyin mengatakan, musim kemarau saat ini masih akan berlangsung hingga November. Meskipun akhir-akhir ini dirasakan telah turunhujan di beberapa wilayah di Majalengka. “Hujan diprediksi turun pada November, Desember. Januari sudah mulai deras. Warga harus waspada jaga kesehatan, mengingat cuaca panas mencapai 40 derajat‎,” ungkapnya. (bae/ono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: