304 Taruna STPN Diterjunkan ke Jateng, Perkuat Data Digital Sertipikat Tanah Warga

304 Taruna STPN Diterjunkan ke Jateng, Perkuat Data Digital Sertipikat Tanah Warga

304 Taruna STPN Diterjunkan ke Jateng, Perkuat Data Digital Sertipikat Tanah Warga-Dok-Istimewa

RADARMAJALENGKA.COM-Sleman – Sebanyak 304 Taruna/i Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) diterjunkan ke enam kabupaten di Jawa Tengah untuk mendukung pemutakhiran data digital sertipikat lama yang dilakukan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Penugasan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata Pertanahan dan Praktik Tata Laksana Pertanahan (KKNP–PTLP) Tahun Akademik 2025–2026 yang berlangsung pada 9 Februari hingga 11 Juli 2026.

Program ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat validitas data pertanahan serta mendukung percepatan transformasi digital layanan ATR/BPN.

BACA JUGA:Jaksa Agung Peringatkan Pejabat di HUT ke-186 Majalengka: Jangan Coba-Coba Korupsi

Target 263 Ribu Lebih Bidang Tanah

Dalam pelaksanaan KKNP–PTLP di Jawa Tengah, para taruna akan melakukan inventarisasi dan pemutakhiran data terhadap ratusan ribu bidang tanah yang tersebar di enam kabupaten.

Rinciannya meliputi:

  • 29.945 bidang di Kabupaten Temanggung
  • 26.633 bidang di Kabupaten Demak
  • 64.114 bidang di Kabupaten Boyolali
  • 76.627 bidang di Kabupaten Klaten
  • 42.228 bidang di Kabupaten Pati
  • 23.655 bidang di Kabupaten Batang
  • Total target mencapai lebih dari 263 ribu bidang tanah.

Salah satu Taruna KKNP–PTLP yang ditugaskan di Kabupaten Boyolali, Asrorul Habib, mengaku telah mempersiapkan langkah strategis sebelum terjun ke lapangan.

BACA JUGA:Dedi Mulyadi Dorong Pembangunan Lingkungan dan Keadilan Fiskal di HUT ke-186 Majalengka

“Kami sudah menyiapkan proses perencanaan hingga monitoring dan evaluasi agar pelaksanaan berjalan optimal,” ujarnya usai kegiatan Pelepasan KKNP–PTLP di Pendopo Sasana Widya Bhumi, STPN, Sleman, DIY, Senin (09/02/2026).

Ia menambahkan, para taruna tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga pemahaman terhadap kondisi sosial dan kearifan lokal di wilayah penugasan.

“Harus memahami karakteristik wilayah dan mampu beradaptasi dengan kondisi setempat,” katanya.

Dukungan Kantor Pertanahan

Taruna lainnya, Evangeline Ayla, yang juga ditempatkan di Boyolali, menyatakan kesiapan mendukung program pemutakhiran data digital pertanahan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait