Ngamumule Santri – Merawat Pilar Bangsa, Peradaban yang Beradab

Rabu 22-10-2025,10:48 WIB
Reporter : Ono Cahyono

 

"Ngamumule" adalah panggilan untuk menjaga agar "santri" tidak hanya menjadi label historis, tetapi terus menjadi entitas yang relevan dan berkontribusi secara berkelanjutan.

 

BACA JUGA:Kakek di Majalengka Gugur Saat Selamatkan Cucu yang Jatuh ke Sumur Sedalam 15 Meter

 

Terdapat tiga hal yang harus kita ikhtiarkan agar santri terus menjadi pondasi negara dalam menghubungkan sisi nasionalisme dan religius. Ketiga hal tersebut adalah : 

 

Pertama, Nilai Dasar dan Karakter Santri

 

Nilai ini menjadi fondasi utama dari upaya "Ngamumule Santri", pelestarian nilai-nilai fundamental yang menjadi ciri khas santri. Nilai-nilai ini terangkum dalam tiga pilar utama yaitu, adab dan akhlakul karimah, keilmuan yang moderat dan sanad yang jelas dan tumbuhnya semangat jihad tanpa mengenal zaman.

 

Nilai Adab dan Akhlakul Karimah menunjukan bahwa Pesantren adalah madrasah akhlak (lembaga pendidikan akhlak). Karakternya ditunjukan dengan prilaku hormat pada guru/Kiyai, orang tua dan atau orang berilmu sampai pada orang yang lebih tua dan juga lebih muda (ta’dzim). 

 

Ngamumule santri berarti merawat tradisi ta'dzim (menghormati) kepada guru/kiai, orang tua, ilmu, dan sesama. Di tengah masyarakat yang semakin permisif dan cenderung individualis, adab santri menjadi mata air moral yang sangat dibutuhkan. 

 

Pelestarian ini dilakukan melalui penguatan kajian kitab kuning (kitab turats) yang berisi hikmah dan kearifan Islam klasik yang relevan dengan kehidupan modern, serta implementasi nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Kategori :