Ngamumule Santri – Merawat Pilar Bangsa, Peradaban yang Beradab

Rabu 22-10-2025,10:48 WIB
Reporter : Ono Cahyono

 

Nilai keilmuan yang Moderat dan Sanad yang Jelas menjadi ciri utama santri dalam menimba sekaligus mewarisi ilmu-ilmu pengetahuan. 

 

Nalar kritik yang dibangun santri tetap dalam koridor adab dan penghormatan pada ilmu pengetahuan, nilai keagamaan yang moderat (tawassuth), toleran (tasamuh), seimbang (tawazun) Adil (al-adalah) dan menyeru pada kebaikan dan memutus keburukan (amar makruf dan nahyi munkar) menjadi landasan berfikir Santri yang selalu berjalan dalam pesan agama yang Rahmatan Lil ‘Alamin.

 

Semangat Jihad tanpa mengenal zaman menjadi naluri serta giroh santri berbagai prilaku kehidupan, santri menancapkan dalam dirinya semua apa yang dilakukan di dunia ini menjadi nilai ibadah kepada Allah SWT. 

 

Dalam melawan penjajah saat itu, semangat yang dikobarkan adalah ada nilai ibadah yang sempurna dalam menjaga ibu pertiwi kita—Hubbul Wathon Minal Iman—begitu pun perjuangan dalam jihad yang lainnya. 

 

"Ngamumule Santri" memposisikan jihad sebagai perjuangan tanpa henti dalam hal ilmu pengetahuan, teknologi, dan pembangunan sosial-ekonomi. 

 

Santri masa kini diwajibkan untuk tetap bersemangat juang yang sama dengan para pendahulu, namun dengan medan pertempuran yang berbeda, yaitu melawan kebodohan, kemiskinan, ketidakadilan, dan kerusakan lingkungan yang semuanya bernilai ibadah yang sempurna.

 

BACA JUGA:APDESI Majalengka Soroti Rumitnya Aturan dan Buruknya Pelayanan Pasien BPJS Kesehatan di RSUD

 

Kedua, Peran Santri dalam Pembangunan Bangsa

Kategori :