Majalengka Dijuluki Kota Angin, Ternyata Ini Alasannya!

Majalengka Dijuluki Kota Angin, Ternyata Ini Alasannya!

Majalengka dijuluki kota pensiun karena suasana sepi.-good news from indonesia-radarmajalengka.com

RADARMAJALENGKA.COM- Majalengka dijuluki sebagai kota angin. Julukan ini tentu disematkan bukan semata-mata tanpa alasan.

Mengapa Majalengka ini dijuluki kota angin? dan bagaimana asal-usulnya? Siapa yang pertama kali menjuluki penamaan tersebut? Simak ulasan berikut yang dikutip dari berbagai sumber.

Majalengka dijuluki kota angin karena kecepatan angin nya kencang di wilayah tersebut. Sebagaimana kita tahu, Majalengka merupakan sebuah kabupaten di Jawa Barat yang letak geografisnya berada di kaki Gunung Ciremai. Sehingga mengakibatkn perbedaan tekanan udara di wilayah utara dan selatan.

Menurut BMKG, kecepatan angin di Majalengka lebih cepat dibanding kota-kota lain di sekitarnya. Apalagi saat musim kemarau kecepatan angin  nya akan semakin kencang yakni di bulan Juli – Oktober. Kecepatan angin bisa mencapai 30 knot atau 56 km per jam, di mana kecepatan normal hanya berkisar 15 knot saja. 

Nana Rohmana atau akrab disapa Naro, Ketua Grumala (Group Majalengka Baheula) sekaligus penikmat sejarah, Majalengka dijuluki sebagai kota Angin diduga diucapkan pertama kalinya oleh orang luar daerah.

BACA JUGA:Tempat Belanja Favorit di Majalengka, Terlengkap!

BACA JUGA:Kopi Khas Majalengka, Populer dan Favorit di Kalangan Pecinta Kopi

Naro mengatakan bahwa kencangnya kecepatan angin di Majalengka tak pernah jadi persoalan masyarakat sekitar. Karena fenomena angin kencang memang tidak asing dan lumrah dialami masyarakat Majalengka.

“Awal disebut kota Angin mungkin dari orang luar daerah yang datang ke sini merasa kaget dengan angin nya yang gede. Orang Majalengka sendiri tidak mempermasalahkan angin gede ini,” ujarnya.

Ada beberapa sebutan angin di Majalengka berdasarkan kekuatannya yaitu angin gelebug dan angin jalu. 

“Ada angin gelebug, itu karena kencang suaranya. Penamaan ini sudah ada sejak dulu. Kemudian angin jalu. Diberi nama angin jalu karena konotasinya kalau perempuan yang pakai rok bisa tersingkap rok nya, gitu,” ujarnya menambahkan.

BACA JUGA:Cafe Instagramable dan Kekinian di Majalengka

BACA JUGA:Ambil Bagian di bLU cRU School, Taklukan Trek Menantang Pakai Yamaha WR 155 R

Kata Naro, julukan kota Angin ini mulai ngetren pada tahun 1980 an. Namun dirinya menegaskan bahwa tidak ada catatan sejarah yang pasti tentang julukan yang kini melekat dengan kabupaten Majalengka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: