Sutrisno kembali menegaskan pentingnya mengakhiri polemik dan mengarahkan energi politik untuk membantu pemerintahan.
Menurut dia, para pendukung wakil presiden seharusnya ikut memberikan masukan dan gagasan yang dapat membantu pemerintah menjalankan program-programnya.
"Para pendukung wakil presiden yang begitu banyak, bantu wakil presidennya. Konsep-konsep apa yang bisa ditindaklanjuti atas keputusan presiden. Jangan cuma bikin panas, bikin kacau terus di masyarakat," katanya.
Sutrisno kemudian mengingatkan pengalamannya ketika menjabat sebagai Bupati Majalengka. Ia mengaku pernah menghadapi kondisi ketika tidak seluruh birokrasi mendukung dirinya.
Namun, menurut dia, perbedaan sikap politik tidak boleh menjadi alasan untuk mengesampingkan kepentingan pemerintahan dan masyarakat.
"Saya tidak pernah memisahkan dia mendukung saya atau tidak. Birokrasi mendukung saya atau tidak. Semuanya saya rekrut. Yang mampu, yang pintar saya pakai," kata Sutrisno.
Ia menegaskan, pemerintahan semestinya dikelola dengan semangat kebersamaan. Perbedaan politik tidak boleh menghambat pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, Sutrisno meminta seluruh pihak menerima kenyataan bahwa proses konstitusional telah berjalan.
Setelah itu, energi politik sebaiknya dialihkan untuk memastikan pemerintahan bekerja dan masyarakat tidak menjadi korban dari pertarungan politik.
"Situasi sudah jalan. Tidak ada yang salah pada posisi ini. Semuanya masing-masing punya alasan. Sekarang bagaimana sikap ini kembali kepada yang bersangkutan," ujarnya.