Ia menyebut Majalengka sebagai daerah dengan potensi investasi yang besar dan terbuka.
“Alhamdulillah, kami melihat bahwa Majalengka sangat suportif terhadap investasi. Kawasan industri yang mulai berkembang menjadi indikator positif bagi para investor,” kata Joni.
Ia juga mengajak para pengusaha lainnya untuk turut menanamkan modal di Majalengka.
“Tidak ada alasan untuk ragu. Pemerintah daerah sangat terbuka dan sistem pelayanan investasinya satu pintu. Ini penting untuk memastikan keamanan dan kepastian hukum bagi investor,” tuturnya.
Untuk tahap awal, Joni menyebut pihaknya telah menyiapkan lahan seluas 4 hektare dari total rencana 9 hektare.
Nilai investasi tahap pertama mencapai Rp60 miliar dari total anggaran sebesar Rp120 miliar.
Ia juga menyebut nilai investasi tersebut dapat meningkat seiring pengembangan fasilitas seperti penginapan dan asrama haji.
“Majalengka masih sangat terbuka untuk investasi. Peluangnya besar dan sangat potensial,” tutup Joni. (bae)