BKPSDM Majalengka Gelar Assessment Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama
Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Majalengka menggelar penilaian kompetensi (assessment) Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama.-Ono Cahyono-radarmajalengka
MAJALENGKA, RADARMAJALENGKA.COM - Pemerintah Kabupaten Majalengka tengah menata ulang fondasi kepemimpinan aparatur sipil negara (ASN).
Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Majalengka menggelar penilaian kompetensi (assessment) Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Senin 9 Februari 2025 kemarin.
Assessment ini menjadi babak lanjutan dari launching Manajemen Talenta Kabupaten Majalengka yang telah dilakukan pada 24 Desember 2025 lalu. Ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk memastikan setiap pejabat berada di posisi yang selaras dengan kapasitas dan kelas jabatannya.
Kepala BKPSDM Kabupaten Majalengka, Ikin Asikin, menegaskan bahwa assessment ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menerapkan sistem manajemen talenta secara berkelanjutan.
BACA JUGA:Kalahkan Raul Asencio, Justin Hubner Masuk Daftar Bek Tengah U23 Terbaik di Top 7 Liga Eropa
"Kami berkomitmen melaksanakan manajemen talenta Kabupaten Majalengka. Namun ada satu hal yang perlu kami perbarui, yaitu kompetensi pejabat pimpinan tinggi pratama yang sudah lama tidak dilakukan assessment," ujar Ikin, Selasa 10 Februari 2026.
Menurutnya, sejumlah kompetensi pejabat dinilai sudah usang karena belum diperbarui sesuai tuntutan zaman dan regulasi terbaru. Padahal, kompetensi tersebut menjadi poin penting dalam penentuan kelas jabatan, sekaligus cerminan kelayakan seorang pejabat dalam menjalankan perannya.
"Ada persyaratan terkait kompetensi yang harus dimiliki, sehingga bisa menjadi nilai poin bagi kelas jabatan mereka. Pejabat pimpinan tinggi pratama harus mampu menyesuaikan diri dengan kelas jabatan yang dimiliki," jelasnya.
Sebanyak 20 ASN eselon II mengikuti assessment ini. Proses penilaian dirancang untuk memetakan kekuatan, kelemahan, serta potensi setiap individu secara objektif dan terukur.
BACA JUGA:Skema Kredit Motor Listrik Yadea Velax, Pilihan Cerdas Buat EV Sudah Fast Charging, Cicilan Worth It 300 Ribu
Assessment tersebut sekaligus menjadi ruang pemenuhan kekurangan kompetensi yang selama ini belum terpetakan secara komprehensif. Salah satu kekurangan itu akan dipenuhi melalui pelaksanaan assessment saat ini.
Ditanya apakah assessment ini berkaitan dengan mutasi dan rotasi jabatan ke depan, Ikin menegaskan bahwa seluruh hasil penilaian akan dikembalikan pada kebutuhan pembinaan organisasi.
"Itu tergantung kebutuhan pembinaan. Yang jelas, kami (BKPSDM) mewajibkan pejabat pimpinan tinggi pratama mengikuti assessment untuk menyesuaikan dengan kelas jabatannya," tegasnya.
Ikin berharap assessment ini mampu memberikan gambaran utuh mengenai kualitas ASN di level strategis. Di dalamnya ada penilaian intelegensi dan kompetensi, dari situ bisa terlihat bagaimana kompetensi mereka secara individual dan internal, yang nantinya bermanfaat bagi instansi.
BACA JUGA:Rekomendasi 6 Tanaman Hias Hidroponik Estetik untuk Ruangan Semi Minimalis dan Hemat Tempat, Mudah Dirawat!
"Melalui assessment ini, Pemkab Majalengka tak hanya menilai, tetapi juga menata arah kepemimpinan birokrasi, menuju ASN yang adaptif, profesional, dan selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah," ucap Ikin Asikin.
Menanggapi pelaksanaan assessment tersebut, Bupati Majalengka Drs H Eman Suherman MM menekankan bahwa penilaian kompetensi bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen penting dalam membangun birokrasi yang profesional dan adaptif.
"Assessment ini penting untuk memastikan bahwa pejabat yang memegang jabatan strategis benar-benar memiliki kompetensi, integritas, dan kapasitas kepemimpinan yang dibutuhkan," ujar Bupati Eman Suherman.
Menurutnya, Pemkab Majalengka membutuhkan ASN yang mampu bekerja cepat, tepat, dan selaras dengan visi pembangunan daerah untuk mewujudkan Majalengka 'Langkung SAE'.
BACA JUGA:Serap Polutan dan Gas Berbahaya, Berikut 5 Rekomendasi Tanaman Hias Indoor Pembersih Udara
"Kita ingin birokrasi Majalengka diisi oleh pejabat yang profesional, memahami tugasnya, dan siap ditempatkan sesuai kebutuhan organisasi. Semua akan berbasis pada hasil penilaian yang objektif," tegasnya. (ono)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
