APBD Majalengka Turun, Bupati Eman Dorong ASN Berinovasi dan Genjot PAD Lewat Investasi
Bupati Eman Dorong ASN Berinovasi dan Genjot PAD Lewat Investasi-Dok-Istimewa
MAJALENGKA, RADARMAJALENGKA.COM - Di tengah tekanan fiskal yang membayangi tahun anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Majalengka dihadapkan pada tantangan besar untuk menjaga ritme pembangunan tanpa mengandalkan peningkatan belanja daerah.
Kondisi tersebut mendorong Bupati Majalengka, H Eman Suherman menyerukan perubahan cara berpikir di kalangan aparatur sipil negara (ASN), dari sekadar menjalankan rutinitas birokrasi menjadi motor penggerak inovasi dan pencipta solusi.
Pesan itu disampaikan Bupati Eman usai melantik sejumlah pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka.
Di hadapan para pejabat yang baru mengemban amanah, ia menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar penghargaan, melainkan tanggung jawab besar yang harus diwujudkan melalui kinerja nyata.
BACA JUGA:Tanpa Kemewahan, Perpisahan SDN Ciborelang 3 Hadirkan Seni Budaya dan Sungkeman Penuh Makna
Menurut Eman, situasi keuangan daerah saat ini tidak berada dalam kondisi yang ideal. Penurunan kapasitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) memaksa pemerintah daerah untuk lebih selektif dalam menyusun program pembangunan sekaligus lebih kreatif dalam memanfaatkan setiap potensi yang dimiliki.
"Kondisi APBD kita memang sedang mengalami penurunan. Dulu anggaran daerah bisa mencapai Rp3,5 triliun, sekarang berada di kisaran Rp2,9 triliun. Ini adalah kenyataan yang harus kita hadapi bersama," ujar Eman kepada wartawan. Jumat (26/6/2026).
Penurunan anggaran tersebut, menurutnya, tidak boleh dijadikan alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sebaliknya, keterbatasan fiskal harus menjadi momentum bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menghadirkan terobosan yang mampu menghasilkan dampak lebih besar dengan sumber daya yang tersedia.
Eman mengingatkan bahwa pembangunan daerah tidak selalu ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga dipengaruhi kualitas kepemimpinan, kemampuan berkolaborasi, serta kreativitas dalam memanfaatkan peluang.
"Kalau pola pikir kita selalu mengatakan tidak bisa bekerja tanpa anggaran, maka kita tidak akan pernah maju. Cita-cita mewujudkan Majalengka 'Langkung SAE' tidak akan tercapai," katanya.
BACA JUGA:Momentum 10 Muharram, 424 Anak Yatim di Majalengka Terima Bantuan Perlengkapan Sekolah
Bagi Eman, tantangan fiskal justru menjadi ujian bagi kapasitas birokrasi. Ia berharap para pejabat yang baru dilantik mampu meninggalkan pola kerja administratif semata dan mulai mengembangkan pendekatan yang lebih inovatif dalam menyusun kebijakan maupun menjalankan program kerja.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap fasilitas yang diterima ASN, mulai dari gaji, tunjangan, hingga Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), harus diimbangi dengan kontribusi nyata kepada masyarakat.
"Jabatan itu memiliki konsekuensi. Fasilitas yang diterima harus ditukar dengan kinerja yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tegasnya.
Salah satu fokus utama yang didorong Bupati Eman adalah peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, masih terdapat banyak potensi yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat kemampuan fiskal daerah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
