Bupati Eman Suherman Ajak Masyarakat Konsumsi Beras Organik
Bupati Majalengka Drs H Eman Suherman MM memperlihatkan Beras Organik Pakuwon, produk unggulan masyarakat Desa Bantaragung, Kecamatan Sindangwangi.-Ono Cahyono-radarmajalengka
RADARMAJALENGKA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka mengapresiasi masyarakat Lembur Pakuwon, Desa Bantaragung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka yang telah berhasil menciptakan produk pangan unggulan berupa beras organik.
Produk tersebut, yang dinamai Beras Organik Pakuwon, diproduksi tanpa menggunakan pupuk kimia dan dikembangkan secara berkelanjutan untuk mendukung pertanian ramah lingkungan.
“Ini salah satu upaya untuk terus meningkatkan ketahanan pangan melalui pengembangan produk pertanian organik. Beras ini, ketika diolah menjadi nasi, akan lebih sehat untuk dikonsumsi karena tanpa pupuk kimia,” ujar Bupati Majalengka, Drs H. Eman Suherman MM saat mengunjungi kegiatan Pasar Bumi Pakuwon di Desa Bantaragung, Kecamatan Sindangwangi, akhir pekan lalu.
Bupati Eman juga mengajak masyarakat Majalengka untuk menjadikan Beras Organik Pakuwon sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus bentuk dukungan nyata terhadap petani lokal.
BACA JUGA:Kumpulan Prompt Gemini AI Foto Wanita Berhijab, Stylish dan Instagramable, Cocok Buat Foto Profil
“Dengan memilih Beras Organik Pakuwon, kita tidak hanya menjaga kesehatan diri dan keluarga, tetapi juga turut mendukung petani lokal serta pertanian berkelanjutan di Majalengka,” pesan Bupati Eman.
Ia menegaskan, beras organik memiliki manfaat kesehatan yang lebih baik karena memiliki risiko paparan residu kimia yang lebih rendah.
Selain itu, penerapan pertanian organik juga menjadi bagian dari transformasi ekonomi hijau yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di daerah.
“Pilihan terhadap beras organik seperti Pakuwon bukan sekadar soal konsumsi, melainkan kontribusi nyata bagi masa depan pertanian yang lebih sehat dan lestari di Kabupaten Majalengka,” tegasnya.
Beras Organik Pakuwon juga menjadi salah satu produk unggulan yang dipamerkan dalam kegiatan budaya bulanan Pasar Bumi Pakuwon di Desa Bantaragung, Kecamatan Sindangwangi.
Pasar ini terbilang unik karena menggunakan alat tukar berupa benggol, kerajinan kayu hasil karya masyarakat setempat. Satu benggol bernilai Rp5.000 dan dapat ditukar dengan uang tunai atau pembayaran digital melalui QRIS di pintu masuk pasar.
Pasar Bumi Pakuwon telah digelar secara rutin setiap akhir bulan sejak Oktober 2024. Kegiatan ini terbukti mendorong promosi wisata sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Bantaragung.
Melalui pengembangan produk pangan organik dan atraksi wisata budaya tersebut, Pemkab Majalengka berharap semakin banyak masyarakat dan wisatawan yang memberikan dukungan terhadap produk lokal serta pertumbuhan ekonomi desa. (ono)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
