Warga Ampel Majalengka Harap Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tanggap Abrasi Sungai Cimanuk
Warga Desa Ampel Kecamatan Ligung, ingin Kang Dedi turun langsung-Dok-Istimewa
RADARMAJALENGKA.COM– Warga Desa Ampel, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, berharap besar kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), untuk turun tangan menanggulangi abrasi Sungai Cimanuk yang kian parah. Puluhan rumah terdampak, bahkan sebagian telah hanyut terbawa arus sungai.
Kepala Dusun (Kadus) Ampel, Supriyadi, menuturkan abrasi ini sudah berlangsung lama, namun hingga kini belum ada penanganan serius.
“Setahun lalu kami sudah mengajukan proposal bantuan, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” ujarnya, Sabtu (27/9/2025).
BACA JUGA:Derita Warga Ampel Majalengka Puluhan Tahun Dilanda Abrasi Sungai Cimanuk, Janji Pemerintah Ditagih
Menurut Supriyadi, kerusakan akibat abrasi sudah diberitakan berbagai media sejak lama. Namun nasib warga masih sama, belum ada solusi memadai.
“Saya perkirakan ada sekitar 30 rumah yang terdampak, dan 10 rumah di antaranya sudah hilang terseret arus Sungai Cimanuk,” jelasnya.
Tokoh masyarakat, Mastori, mengungkapkan abrasi sudah terjadi sejak tahun 1990-an. Warga sempat berinisiatif menanam pohon dan memasang terpal untuk menahan longsoran, tetapi hasilnya tidak efektif.
Berbagai upaya juga telah dilakukan dengan melapor ke pemerintah desa, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), hingga pemerintah kabupaten.
BACA JUGA:Bulan Bakti Karang Taruna ke-65 di Majalengka: Pelatihan Ayam Kampung dan Santunan Lansia
Namun, karena belum juga ada hasil, warga akhirnya berinisiatif patungan untuk berangkat ke Lembur Pakuan Sukadaya Subang, tempat kediaman Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Harapannya, mereka bisa menyampaikan langsung aspirasi agar abrasi segera ditangani.
“Sayangnya kami hanya bertemu bagian pengaduan, belum bertemu langsung dengan Pak Gubernur,” kata Mastori.
Meski kecewa, warga tetap berharap KDM yang dikenal responsif di media sosial bisa turun tangan.
“Kami lihat di YouTube dan berita-berita, Pak Dedi cepat respon kalau ada warga yang butuh bantuan. Masa kami orang Jawa Barat sendiri tidak diperhatikan?” ujarnya.
BACA JUGA:Disambut Atraksi Tapak Suci, Menteri Pendidikan Abdul Mu’ti Minta Sekolah Punya Distingsi
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
