Bukan Dolly, Ini Wisata Gang Majalengka, Satu Jam dari BIJB

Bukan Dolly, Ini Wisata Gang Majalengka, Satu Jam dari BIJB

--

RADAR MAJALENGKA.COM-Jika menyebut wisata gang, asumsi orang selalu dikaitkan dengan prostitusi di Gang Dolly, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Padahal bukan. Bahkan bertolak belakang dengan Gang Dolly. Wisata Gang ini adalah ciri khas wisata yang ada di Kota Cirebon.

Mengapa disebut Wisata Gang? Karena obyek wisata ini berada di gang-gang atau jalan-jalan sempit yang ada di Kota Cirebon.

Jika di Gang Dolly di Kota Surabaya merupakan kompleks lokalisasi prostitusi, lain dengan di Kota Cirebon. Di gang-gang Kota Wali ini justru banyak obyek wisata relegi dan sejarah.

Jika Gang Dolly yang merupakan lokalisasi yang ada sejak zaman Belanda dan terbesar di Asia Tenggara itu, sekarang sudah ditutup, berbeda dengan apa yang ada di Wisata Gang Kota Cirebon.

Di Wisata Gang, hingga kini malah semakin ramai dikunjungi oleh para pelancong. Bukan saja dari Cirebon, tetapi banyak pula dari luar daerah.

Lokasinya juga tidak terlalu jauh dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka. Dari bandara tersebut hanya sekitar 1 jam. Atau hanya berjarak 51 km.

Ada tulisan menarik dari wartawan Radar Cirebon Gruop, Yanto S Utomo. Tulisan tersebut membahas soal ciri khas pariwisata di Kota Cirebon.

Tulisan yang pernah dimuat di koran Radar Cirebon beberapa waktu lalu itu, diberi judul: “Wisata Gang”. Salah satu istilah wisata yang jarang dijumpai.

Nah, untuk lebih jelasnya, berikut ini tulisan Yanto S Utomo soal Wisata Gang secara lengkap:

The Gate of Secret sudah beberapa tahun diluncurkan. Branding pariwisata Kota Cirebon ini konon mengandung makna yang dalam. 

Tapi hingga hari ini saya masih belum tahu realisasi dari semboyan itu. Apa yang menjadi “pintu rahasia” Kota Wali ini? Seperti apa penjabarannya?


Pemetaan itu penting agar motto tidak hanya sekadar semboyan. Harus bisa dioperasionalkan dalam kegiatan sehari-hari. Bila perlu ada skala prioritas, mana yang didahulukan atau yang diutamakan.


Mapping pariwisata tentu dimulai dari apa saja keunggulannya? Bagaimana daya tariknya? Mana yang hanya biasa-biasa saja? Juga apa kekurangannya?


Yang juga penting siapa melakukan apa? Pemerintah melakukan apa? Masyarakat mengambil peran di mana? 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: