Pertama di Kuningan, Damkar Diminta Ambil Raport Siswi SMKN 1 karena Orang Tua Berhalangan

Pertama di Kuningan, Damkar Diminta Ambil Raport Siswi SMKN 1 karena Orang Tua Berhalangan

Damkar Kuningan ambil raport-Dok-Istimewa

RADARMAJALENGKA.COM-KUNINGAN – Pembagian raport yang biasanya dihadiri orang tua siswa menjadi momen tak terlupakan bagi Syahira Putri Amelia, siswi kelas X SMKN 1 Kuningan. Untuk pertama kalinya, pengambilan raport di sekolah tersebut dilakukan dengan bantuan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kuningan, Rabu (24/12/2025).

Syahira memilih meminta bantuan Damkar bukan tanpa alasan. Sang ibu yang seharusnya hadir ke sekolah diketahui tengah sakit, sementara ayahnya telah meninggal dunia beberapa tahun lalu. Kondisi tersebut membuat Syahira mengambil inisiatif menghubungi petugas Damkar agar dapat mewakili orang tuanya dalam pengambilan raport.

BACA JUGA:PAD Majalengka 2025 Tembus 94,83 Persen, Bapenda Catat Kinerja Positif dan Tren Meningkat

Ditemani dua orang petugas Damkar Kuningan, momen pengambilan raport Syahira pun menyita perhatian para guru, siswa, dan orang tua yang hadir di SMKN 1 Kuningan. Peristiwa tersebut menjadi pengalaman unik sekaligus mengharukan.

Salah satu petugas Damkar Kuningan yang ditugaskan adalah Keris Ferdiansyah. Ia mengungkapkan bahwa permintaan masyarakat untuk mengambil raport siswa di sekolah merupakan kejadian yang pertama kali terjadi selama dirinya bertugas.

“Ini pertama kali ada permintaan seperti ini, mengambil raport siswa,” ujar Keris usai pengambilan raport.

BACA JUGA:Awet di Segala Cuaca, Ini Rekomendasi Motor Listrik Roda Tiga Buatan Indonesia dengan Angsuran Terjangkau

Keris menjelaskan, laporan tersebut diterima melalui call center Damkar Kuningan sehari sebelumnya, yakni Selasa (23/12/2025) sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah menerima laporan, pimpinan Damkar kemudian menginstruksikan dirinya bersama satu petugas lain, R Permana, untuk menghadiri pengambilan raport di SMKN 1 Kuningan.

“Pimpinan kami mengarahkan agar kami datang ke sekolah untuk mengambil raport mewakili orang tuanya, karena ayahnya sudah meninggal dunia,” jelasnya.

Meski tugas tersebut berada di luar kebiasaan Damkar, Keris menegaskan bahwa pihaknya siap membantu selama permintaan tersebut dapat dilakukan dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Selama itu bisa kami kerjakan, apa pun yang bisa Damkar lakukan akan kami upayakan semaksimal mungkin,” tegas Keris.

BACA JUGA:Awet di Segala Cuaca, Ini Rekomendasi Motor Listrik Roda Tiga Buatan Indonesia dengan Angsuran Terjangkau

Sementara itu, Syahira mengaku merasa senang sekaligus terharu. Momen pengambilan raport yang ditemani petugas Damkar menjadi pengalaman yang tak terlupakan baginya.

“Kalau diambil orang tua itu sudah biasa. Tapi kalau bersama Damkar, ini baru pertama kali,” kata Syahira yang berhasil masuk 10 besar di kelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: