Viral “Tepuk PKH Sejahtera”, Ibu-Ibu Jatiserang Edukasi Warga Agar Mandiri dan Tak Bergantung Bansos

Viral “Tepuk PKH Sejahtera”, Ibu-Ibu Jatiserang Edukasi Warga Agar Mandiri dan Tak Bergantung Bansos

Viral “Tepuk PKH Sejahtera”, Ibu-Ibu Jatiserang-Dok-Tangkapan Layar

RADARMAJALENGKA.COM – Sebuah video unik dan inspiratif berjudul “Tepuk PKH Sejahtera” mendadak viral di media sosial. Dalam video tersebut, sekelompok ibu-ibu asal Blok Jatisari, Desa Jatiserang, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka, memparodikan Tepuk Sakinah dengan pesan yang sangat mendalam: bantuan sosial bukan untuk membuat ketergantungan, melainkan untuk membangun kemandirian dan kesejahteraan keluarga.

Video berdurasi singkat itu menampilkan ibu-ibu dengan semangat menyuarakan pesan positif bahwa Program Keluarga Harapan (PKH) harus dimaknai sebagai langkah awal untuk meningkatkan taraf hidup, bukan sebagai satu-satunya penopang ekonomi keluarga.

BACA JUGA:UMK Majalengka 2025, Berapa Kenaikan untuk Tahun 2026?

“Melalui Tepuk PKH Sejahtera, kami ingin menyampaikan bahwa bantuan pemerintah hanyalah stimulus. Yang paling penting adalah usaha dan kerja keras kita sendiri agar keluarga bisa sejahtera,” ujar Mas Moen, inisiator ide kreatif tersebut, saat ditemui di Desa Jatiserang.

Ia menjelaskan, ide tersebut muncul dari keinginan warga untuk memberikan edukasi ringan namun bermakna kepada masyarakat penerima manfaat PKH. Menurutnya, banyak penerima bantuan yang salah memahami fungsi program tersebut sehingga menjadi pasif dan bergantung. “Kami ingin ubah pola pikir itu lewat cara yang menyenangkan dan mudah diterima,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Jatisari, Titin, mengapresiasi kreativitas warganya yang mampu memberikan contoh positif di tengah masyarakat. Ia menilai, pesan yang disampaikan melalui Tepuk PKH Sejahtera sangat relevan dengan upaya pemerintah dalam mendorong kemandirian ekonomi keluarga penerima manfaat.

BACA JUGA:Siapa Sosok di Balik Sukses PT Nabati Majalengka? Ternyata Ini Pemilik Nabati Group!

“Saya sangat bangga. Ini bentuk partisipasi nyata masyarakat dalam mengedukasi sesama. Para ibu-ibu ini membuktikan bahwa penerima PKH juga bisa berkontribusi positif dan menjadi inspirasi bagi yang lain,” tutur Titin.

Lebih lanjut, Titin mengingatkan pentingnya pengelolaan keuangan rumah tangga yang bijak, terutama dalam memanfaatkan dana bantuan. “Uang PKH harus digunakan sesuai tujuan, misalnya untuk pendidikan anak, gizi keluarga, dan kebutuhan penting lainnya, bukan untuk hal konsumtif,” pesannya.

Fenomena Tepuk PKH Sejahtera pun kini ramai dibicarakan di berbagai platform media sosial. Banyak warganet memuji kreativitas ibu-ibu Jatiserang yang mampu mengemas pesan sosial dengan cara yang lucu, edukatif, dan inspiratif.

Kisah ini menjadi bukti bahwa edukasi publik tak selalu harus melalui seminar atau pelatihan formal. Lewat tepukan sederhana, semangat kebersamaan, dan pesan moral yang kuat, masyarakat mampu membangun kesadaran baru: PKH bukan untuk bergantung, tetapi untuk berdaya dan sejahtera.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait