MAJALENGKA, RADARMAJALENGKA.COM - Pemerintah Desa (Pemdes) Heuleut, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang pada Rabu (30/9/2026).
Pengibaran tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan dalam memperingati peristiwa Gerakan 30 September (G30S) 1965.
Kepala Desa Heuleut, Andri, mengatakan pengibaran bendera setengah tiang merupakan tindak lanjut imbauan dan ketentuan dalam Pedoman Penyelenggaraan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026.
“Dalam pedoman tersebut, di antaranya kantor instansi pusat dan daerah, kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri, satuan pendidikan, serta seluruh komponen masyarakat Indonesia diimbau mengibarkan bendera setengah tiang pada 30 September 2026,” ungkap Andri.
BACA JUGA:Program UHC Tetap Jalan, Bupati Lucky: Masyarakat Tak Perlu Panik, Utang Urusan Pemerintah
Menurut Andri, pengibaran bendera setengah tiang merupakan tanda berkabung. Ketentuan mengenai pengibaran bendera tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.
“Pengibaran bendera setengah tiang pada 30 September ini menjadi bentuk penghormatan kepada para korban yang gugur dalam peristiwa G30S/PKI,” jelasnya.
Andri menjelaskan, peristiwa yang terjadi pada 30 September hingga 1 Oktober 1965 tersebut menyebabkan sejumlah perwira TNI Angkatan Darat menjadi korban penculikan dan pembunuhan.
Enam jenderal dan seorang perwira pertama gugur dalam peristiwa tersebut dan kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Revolusi.
BACA JUGA:KPU Majalengka Catat 1,03 Juta Pemilih dalam Pemutakhiran Data Triwulan III 2026
“Kami (Pemdes) Heuleut memperingati momen bersejarah ini setiap tahunnya. Hal ini juga sebagai upaya tidak melupakan sejarah,” katanya.
Ia menambahkan, peristiwa tersebut selama ini dikenal sebagai G30S/PKI. Jenazah para korban ditemukan di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, yang kini menjadi bagian dari kompleks Monumen Pancasila Sakti.
“Jadi, kami mengibarkan bendera Merah Putih hari ini, 30 September 2026, setengah tiang. Selanjutnya, pada 1 Oktober 2026 besok pukul 06.00, bendera kembali dikibarkan satu tiang penuh,” ucap Andri. (ono)