Sebenarnya, yang paling utama itu bukan soal panjang pendeknya bacaan atau harus pakai lafaz tertentu. Intinya ada di niat dalam hati.
Bahkan kalau hanya terlintas dalam hati, “Saya niat puasa Ramadan karena Allah,” itu sudah cukup, asalkan dilakukan sebelum waktu subuh masuk. Jadi tidak perlu dibuat rumit.
Akhirnya, mau memilih niat harian atau niat sebulan penuh, keduanya sama-sama punya dasar pendapat ulama.
Tinggal disesuaikan dengan keyakinan dan rasa nyaman masing-masing.
Yang penting, puasanya dijalani dengan ikhlas dan sungguh-sungguh, semoga Allah menerima setiap amal ibadah yang kita lakukan.
*Artikel ini ditulis oleh Siti Salwa Maharani mahasiswa komunikasi penyiaran islam UINSSC yang sedang magang/PPL