Bupati juga menegaskan pentingnya menjaga kualitas dan integritas dalam pelaksanaan program MBG. Ia mengingatkan agar tidak ada pengurangan hak gizi anak, baik disengaja maupun tidak, dalam proses pelayanan sehari-hari.
“Kalau hak anak dikurangi, berarti sudah melanggar. Hak gizinya itu ada hitungannya dan tidak boleh berkurang. Kalau ada yang tidak sesuai, silakan difoto dan diingatkan. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegas Eman.
Ia menyadari pelayanan dilakukan setiap hari dan berpotensi menimbulkan kelelahan pada petugas. Namun, pengawasan dan kedisiplinan harus tetap dijaga agar tujuan utama program MBG, yakni meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak-anak, benar-benar tercapai.
Dengan terus bertambahnya jumlah dapur SPPG yang beroperasi, Pemkab Majalengka optimistis program MBG 2026 dapat berjalan optimal dan merata.
Bupati Eman berharap seluruh pihak, baik pemerintah, pengelola dapur, maupun masyarakat, dapat terus bersinergi untuk memastikan pelayanan gizi berkualitas hingga ke pelosok desa. (bae)