Terkait Kasus SDN 2 Andir, Bupati Eman Fokus Penanganan lewat BTT
CEK LAPANGAN: Bupati Majalengka Drs H Eman Suherman MM, meninjau langsung lokasi SD Negeri 2 Andir, Kecamatan Jatiwangi, Sabtu (10/1/2026).-Humas Pemkab Majalengka-radarmajalengka
MAJALENGKA, RADARMAJALENGKA.COM - Bupati Majalengka Drs H Eman Suherman MM, meninjau langsung lokasi SD Negeri 2 Andir, Kecamatan Jatiwangi, yang ambruk pada Kamis (8/1/2026).
Bupati didampingi Kepala Dinas Pendidikan H Rd M Umar Ma’ruf, Kepala Pelaksana BPBD Majalengka H Agus Tamim, Kepala Dinas PUTR Agus Permana, sejumlah kepala OPD, serta unsur Muspika Jatiwangi.
“Kedatangan saya ingin memastikan penyebab robohnya bangunan sekolah ini. Di media sosial beredar informasi karena hujan lebat, kegagalan konstruksi, dan lain-lain. Ini yang ingin kita pastikan,” kata Eman saat meninjau lokasi, Sabtu (10/1/2026).
Menurut Eman, ambruknya bangunan SD Negeri 2 Andir memunculkan dua persoalan utama. Pertama, soal usia teknis bangunan.
BACA JUGA:Jangan Panik! Virus Influenza Super Flu Ramai Dibahas, Ini Fakta yang Jarang Diketahui
“Secara teknis, umur bangunan seharusnya bisa sampai 10 tahun. Tapi ini baru empat tahun sudah ambruk. Ini tentu menjadi persoalan. Meski tidak bisa langsung disebut kegagalan konstruksi, karena kalau itu, seharusnya ambruk sejak awal dibangun. Dalam istilah teknis, ini disebut struktur bangunan mengalami kelelahan,” katanya.
Ia menilai bangunan tersebut tidak mampu bertahan lama karena adanya perubahan struktur. Meski demikian, Eman menegaskan hal terpenting saat ini adalah memastikan kegiatan belajar mengajar tidak terganggu.
“Kami sudah sepakat dengan OPD terkait, bangunan ini akan segera diperbaiki. Jangan sampai anak-anak terlantar dan proses belajar mereka terganggu,” tegasnya.
Eman menyebut anggaran pembangunan kembali SD Negeri 2 Andir akan bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT).
BACA JUGA:Galaxy A57 Siap Meluncur! HP Kelas Menengah Samsung Ini Bikin Penasaran, Ini Prediksi Lengkapnya
“Soal audit tentu pasti dilakukan. Karena kalau bicara umur teknis dan bangunan sampai ambruk, berarti ada masalah spesifikasi. Tapi yang paling utama sekarang adalah memastikan penyelenggaraan pendidikan tetap berjalan,” katanya.
Mantan Kepala Dinas PUTR itu juga mengungkapkan pihaknya telah menerbitkan surat edaran terkait kewaspadaan bencana hidrometeorologi di Kabupaten Majalengka.
“Majalengka ini rawan bencana hidrometeorologi. Bisa jadi saat kejadian hujan lebat, air mengendap di atap, menambah beban, lalu bangunan tidak kuat menahan,” jelasnya.
Ia menambahkan, Inspektorat bersama instansi terkait akan melakukan audit. Sementara itu, Pemkab Majalengka fokus pada penanganan pascakejadian dengan membangun kembali bagian atap sekolah agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak terhenti.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
