Inilah Point Penting Saat Majalengka Jadi Lokasi Clean City Project
Bupati Majalengka Drs H Eman Suherman MM didampingi kepala desa Leuwimunding Aang Rukman Lesmana saat berkunjung ke TPS pengelolaan sampah di Leuwimunding beberapa waktu lalu. Aang mendukung penuh jika Majalengka sebagai lokasi pelaksanaan Clean City Proj-Ono Cahyono-radarmajalengka
MAJALENGKA, RADARMAJALENGKA.COM - Terpilihnya Kabupaten Majalengka sebagai lokasi pelaksanaan Clean City Project di apresiasi sejumlah pihak.
Salah satunya kepala desa Leuwimunding, Kecamatan Leuwimunding, Aang Rukman Lesmana. Ia mengapresiasi bahwa program strategis pengelolaan lingkungan berbasis teknologi ramah lingkungan dan rendah emisi karbon itu bakal diterapkan di kota angin.
Hal ini jelas bakal membantu mengurangi volume sampah di kabupaten Majalengka. Sebagai salah satu desa yang memiliki Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan pengelolaan sampah, Aang mengaku bahwa itu merupakan kebijakan yang harus didukung.
"Akan tetapi perlu pertimbangkan seperti Sumber Daya Manusia (SDM) atau pengelola sampah dilokasi. Karena di TPS atau TPA itu membutuhkan karyawan, sehingga perlu adanya operasionalnya," kata Aang ditemui di TPS desa Leuwimunding, Senin 12 Januari 2026.
BACA JUGA:Begal Berkedok Penumpang Lukai Sopir Grab di Kertajati
Aang mengaku pengelolaan sampah di desanya (Leuwimunding) saja untuk menggaji atau honor dari sampah dinilai belum maksimal. Para tenaga kerja masih mencari pendapatan sampingan atau tambahan dari sampah-sampah plastik yang bernilai ekonomis.
"Sekarang dibantu ada ketahanan pangan yaitu usaha ayam yang sudah berjalan. Sehingga dari ayam dan sampah juga jalan dan bisa untuk honor mereka (tenaga kerja) dari situ," ungkap dia.
Selain dari hasil ternak ayam yang dapat membantu bagi para pengelola sampah dilokasinya, Aang menyatakan dari ternak bisa membantu honor dari para pengelola sampah. Pemdes juga memberikan upah sebesar Rp1 juta per bulan. Jika dihitung selain dari Pemdes, para pengelola sampah ini juga mendapatkan tambahan dari sampah-sampah bernilai ekonomis sebesar Rp700 ribu untuk dua orang masing-masing mendapatkan Rp450 ribu.
"Kemudian ada juga tambahan dari masyarakat yang memberikan langsung (kencleng). Jika dihitung total ada sekitar Rp2,5 juta per bulannya untuk satu orang. Sementara dua orang pengelola itu untuk estimasi volume sampah untuk 1 ton per hari," beber Aang.
BACA JUGA:Majalengka Peringkat Tiga se-Jawa Barat dalam Serapan Jagung tahun 2025
Para pekerja pengelola sampah itu harus bisa shift atau bergiliran karena tidak bisa libur. Sebab volume sampah itu setiap harinya bakal masuk ke TPS, terutama dihari hari libur nasional.
Aang mengaku pemdes Leuwimunding sudah berkoordinasi dengan Bapelitbangda dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Majalengka terkait pengelolaan sampah kedepannya.
Clean City Project, kata Aang, jelas sangat membantu karena dengan teknologi pemilah sampah otomatis. Sehingga nantinya bisa terpisah antara organik dan anorganik.
"Kemudian lagi nanti ada alat pencacah ranting. Teknologi itu harus ada dan dibutuhkan," tambah Aang.
BACA JUGA:Jadi Pewangi Alami di Dalam Ruangan, Berikut 5 Tanaman Hias Gantung Penghasil Oksigen di Dalam Rumah
Penggagas tugu Pahlawan Nasional KH Abdul Chalim Leuwimunding ini mengungkapkan jika kunci ingin sampah beres itu ada empat. Pertama anggaran. Pemerintah harus siap menganggarkan serius penanganan sampah tersebut hingga kesetiap desa.
Kemudian yang kedua teknologi yang tepat guna. Akan berbeda kelasnya kabupaten dengan desa. Karena produk sampah dan volume dinilai jelas berbeda.
"Baik infrastruktur dan alat alat dilapangan seperti tempat sampah disetiap rumah," imbuh dia.
Ketika pemerintah sudah memberikan kedua itu, lanjut dia, tentu dikuatkan oleh kebijakan penegakan aturan. Poin ketiga ini untuk menekan masyarakat agar lebih patuh terhadap aturan.
BACA JUGA:5 Tanaman Hias Gantung Indoor yang Memiliki Aroma Wangi Tahan Lama, Berikut Rekomendasinya
Aturan itu dibuat bukan untuk mau menghukum masyarakat namun memberikan efek jera. Sehingga nantinya dengan sendirinya masyarakat akan sadar.
"Jadi tidak ada alasan membuang sampah sembarangan karena petugas dan solusi TPS itu sudah ada," tandas dia. (ono)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
