“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa karena siswa sedang libur. Pagi harinya mereka hanya datang sebentar untuk mengambil MBG,” katanya.
Meski tidak menimbulkan korban, kejadian ini menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Seluruh perabot dan perlengkapan belajar di tiga ruang kelas tersebut mengalami kerusakan parah dan tidak dapat digunakan.
Untuk sementara, pihak sekolah berencana mengalihkan kegiatan belajar mengajar dengan menumpang di sekolah lain setelah masa libur berakhir.
Pihak sekolah juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka untuk penanganan lebih lanjut, termasuk rencana perbaikan bangunan yang rusak.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap kualitas pembangunan fasilitas pendidikan. DPRD berharap kejadian serupa tidak terulang demi menjamin keselamatan dan kenyamanan proses belajar mengajar. (bae)