Komisi II DPRD Majalengka Tinjau Objek Wisata, Soroti Akses Jalan dan Pengembangan Infrastruktur

Komisi II DPRD Majalengka Tinjau Objek Wisata, Soroti Akses Jalan dan Pengembangan Infrastruktur

Komisi II DPRD Majalengka melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah objek wisata di Kabupaten Majalengka.-Humas DPRD Majalengka-radarmajalengka

MAJALENGKA,  RADARMAJALENGKA.COM  - Komisi II DPRD Kabupaten Majalengka kembali melakukan kunjungan kerja lapangan ke sejumlah objek wisata milik pemerintah daerah, Rabu (14/1/2026).

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kondisi destinasi wisata sekaligus menyerap aspirasi para pengelola di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan ke Majalengka sepanjang 2025.

‎Sedikitnya tiga objek wisata menjadi sasaran kunjungan, yakni wisata Paralayang di Desa Sidomukti, Kecamatan Majalengka, petilasan Prabu Siliwangi di Desa Pajajar, Kecamatan Rajagaluh, serta objek wisata Panyaweuyan di Kecamatan Argapura.

‎Rombongan dipimpin Ketua Komisi II DPRD Majalengka Dasim Raden Pamungkas, didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Majalengka Rachmat Kartono serta para camat setempat.

BACA JUGA:Cari Udang di Sungai Sindupraja, Warga Ligung Ditemukan Tewas

‎Ketua Komisi II DPRD Majalengka Dasim Raden Pamungkas mengatakan, kunjungan lapangan ini bertujuan melihat langsung kondisi objek wisata yang menjadi aset daerah dan telah menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah.

Selain peninjauan, Komisi II juga berdialog dengan para pengelola untuk menggali persoalan dan potensi pengembangan ke depan.

“Komisi II melakukan kunjungan ke sejumlah objek wisata yang merupakan aset pemda. Kami mulai dari Paralayang, kemudian ke petilasan Prabu Siliwangi, dan dilanjutkan ke Panyaweuyan. Di wilayah ini juga terdapat potensi wisata lain seperti Curug Muara Jaya dan Situ Sanghiang,” kata Dasim.

‎Ia mengungkapkan, pada 2025 pemerintah daerah memperoleh sekitar Rp300 juta dari kerja sama pengelolaan sektor pariwisata dengan mitra.

BACA JUGA:Cicilan 850 Ribuan, Sudah Bisa Bawa Pulang Polytron Fox 500 Motor Listrik Mirip NMAX, Desain Maxi Jarak 150 KM

‎Karena itu, menurut dia, kehadiran pemerintah daerah menjadi penting untuk mendorong pembangunan sarana dan prasarana di kawasan wisata yang telah bekerja sama dengan Pemkab Majalengka.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi II menerima sejumlah keluhan, terutama terkait akses jalan menuju lokasi wisata. Dasim menilai, akses yang sempit dan sulit dilalui kendaraan besar berpotensi menghambat pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan.

“Keluhan yang kami terima di antaranya akses jalan menuju Paralayang yang masih sempit, termasuk ke Panyaweuyan dan ke situs Prabu Siliwangi. Ini harus menjadi perhatian bersama, bagaimana akses menuju lokasi wisata yang bekerja sama dengan pemerintah daerah bisa lebih lebar dan mudah dijangkau wisatawan,” katanya.

Ia menegaskan, Komisi II akan mengundang para pengelola objek wisata, Dinas Pariwisata, serta para camat terkait ke DPRD untuk membahas solusi secara bersama-sama.

BACA JUGA:Bawa Pulang EV Mirip Nmax Segera dengan Cicilan 580 Ribu, Berikut Tabel Angsuran Motor Listrik Alva Cervo

‎Targetnya, kata dia, bukan hanya meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), tetapi juga mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Majalengka Rachmat Kartono menyambut baik langkah Komisi II yang turun langsung ke lapangan.

‎Menurut dia, kunjungan tersebut penting untuk mengecek kondisi riil destinasi wisata sekaligus memperkuat sinergi antara legislatif dan eksekutif.

‎“Geliat pariwisata di Majalengka saat ini cukup luar biasa, terutama jika melihat momentum Natal dan Tahun Baru. Kami juga sudah merilis data kunjungan melalui media sosial dinas, termasuk daftar 10 besar destinasi wisata, dan salah satunya adalah Panyaweuyan,” kata Rachmat.

BACA JUGA:5 Rekomendasi Tanaman Gantung untuk Hiasan di Teras Rumah, Bawa Keberuntungan Bagi Sang Pemilik Hunian

‎Ia menyebutkan, jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Majalengka pada 2025 mencapai sekitar 3,1 juta kunjungan, meningkat signifikan dibandingkan 2024 yang berada di kisaran 2 juta kunjungan. Peningkatan ini, lanjutnya, harus diimbangi dengan perbaikan fasilitas dan infrastruktur agar wisatawan mendapatkan pengalaman yang berkesan.

“Pengunjung harus pulang membawa memori yang baik sehingga ingin kembali lagi. Jangan sampai hanya datang sekali lalu tidak mau datang lagi. Dari peningkatan kunjungan ini diharapkan ada kontribusi terhadap PAD, yang nantinya bisa dikembalikan lagi untuk perbaikan infrastruktur pariwisata,” ujarnya.

‎Dengan tren kunjungan yang terus meningkat, Komisi II DPRD dan Dinas Pariwisata sepakat bahwa pengembangan pariwisata Majalengka membutuhkan kerja bersama seluruh pemangku kepentingan agar potensi wisata daerah benar-benar memberi manfaat ekonomi bagi Majalengka. (bae)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait