Majalengka Pertahankan Indeks Digitalisasi Transaksi 97,5 Persen

Selasa 11-11-2025,14:36 WIB
Reporter : Baehaqi
Editor : Baehaqi

Inovasi lain yang mendapat perhatian publik adalah POIN AMBYAR (Pajak Online Gampang Bayar), sebuah terobosan untuk mempermudah masyarakat membayar pajak daerah tanpa harus datang ke kantor pelayanan. Melalui kerja sama dengan bank bjb, jaringan ritel Alfamart dan Indomaret, serta berbagai platform digital, wajib pajak kini dapat bertransaksi kapan saja dan di mana saja. Bahkan, Pemkab menyediakan undian berhadiah bagi masyarakat yang patuh membayar pajak secara digital.

BACA JUGA:Drainase Buruk, Jalan Pemuda Majalengka Kerap Tergenang saat Hujan

Sementara itu, SIDIA Pertama (Sistem Digitalisasi Pembayaran Penggunaan Tenaga Kerja Asing Majalengka) menjadi terobosan penting di sektor retribusi daerah. Program ini memungkinkan perusahaan membayar retribusi tenaga kerja asing secara cepat dan transparan tanpa harus antre di bank daerah. Langkah ini sejalan dengan rencana aksi TP2DD untuk mendorong pembayaran retribusi melalui kanal digital dan QRIS.

Selain itu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) juga mengembangkan program Digitalisasi Pasar yang didukung Bank Indonesia. Melalui inisiatif ini, pedagang pasar rakyat dapat bertransaksi secara digital menggunakan QRIS. Disperdagin bahkan menyediakan akses WiFi gratis di sejumlah titik pasar guna memudahkan akses internet dan memperluas budaya transaksi digital di kalangan pedagang.

Tantangan dan Arah ke Depan

Meski infrastruktur digital sudah tersedia 100 persen, Pemkab Majalengka masih menghadapi tantangan berupa rendahnya minat sebagian masyarakat untuk beralih ke transaksi digital.

Karena itu, forum HLM kali ini juga membahas penyusunan roadmap TP2DD 2025–2029 yang fokus pada edukasi masyarakat, peningkatan kolaborasi antar-OPD, dan penguatan literasi digital di seluruh lapisan masyarakat.

Bupati Eman menekankan pentingnya konsistensi dan komitmen bersama agar transformasi digital ini benar-benar memberi manfaat luas.

“Budaya transaksi digital harus menjadi bagian dari keseharian birokrasi dan masyarakat Majalengka. Inilah fondasi menuju tata kelola pemerintahan yang modern dan terpercaya,” tegasnya.

Wakil Bupati Dena Muhamad Ramdhan menambahkan, digitalisasi bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan untuk menjawab tantangan zaman. “Inovasi ini harus terus berkembang agar pelayanan publik semakin efisien dan masyarakat semakin percaya pada pemerintah daerah,” katanya.

BACA JUGA:Daftar Harga Emas Hari Ini Selasa 11 November 2025 Melambung Lagi, UBS Naik Rp28.000 Per Gram

Dengan berbagai inovasi unggulan dan sinergi lintas sektor, Majalengka optimistis mampu mempertahankan posisi sebagai salah satu daerah dengan tingkat digitalisasi keuangan terbaik di Jawa Barat.

Kategori :