DPRD Majalengka Dukung Relokasi Industri Pertahanan ke BIJB Kertajati

Rabu 27-08-2025,11:30 WIB
Reporter : Baehaqi
Editor : Leni Indarti Hasyim

Menurut Asep, dengan dukungan infrastruktur seperti jalan tol dan akses transportasi yang sudah memadai, rencana ini sangat memungkinkan untuk direalisasikan. Namun, ia menekankan pentingnya dukungan kebijakan dari pemerintah pusat agar gagasan ini tidak berhenti sebatas wacana.

“Langkah Pak Gubernur patut diapresiasi. Jika ada sinergi dari semua pihak, Kertajati bisa berkembang menjadi kawasan terpadu yang mendukung pertahanan nasional sekaligus menggerakkan ekonomi lokal,” tambahnya.

Gubernur Dedi Mulyadi sebelumnya menegaskan bahwa relokasi industri pertahanan memang sudah mendesak. Selain keterbatasan lahan di Kota Bandung, pertumbuhan kota yang semakin padat membuat uji coba pesawat dan ekspansi industri strategis tidak lagi memungkinkan dilakukan di wilayah tersebut.

“Bandara Husein Sastranegara sudah tidak mungkin dikembangkan karena terbatasnya ruang. Sementara itu, Kertajati memiliki lahan yang luas dan representatif, baik untuk industri pertahanan maupun operasional TNI AU,” kata Dedi.

BACA JUGA:ATR/BPN Dukung Transmigrasi Lewat Sertipikasi Tanah dan Reforma Agraria untuk Ekonomi Berkelanjutan

Dengan relokasi tersebut, menurutnya, BIJB Kertajati akan bertransformasi menjadi kawasan terpadu yang mengintegrasikan kepentingan sipil dan militer. Bahkan, ia menyebut, pengembangan ini dapat menjadikan Kertajati sebagai pusat pertahanan udara modern di Indonesia.

Wacana pemindahan PTDI, PT Pindad, dan pangkalan TNI AU ke Kertajati memunculkan optimisme baru di kalangan masyarakat Majalengka. Sejak diresmikan, BIJB dinilai belum berfungsi maksimal sebagai bandara internasional.

Banyak pihak berharap, jika gagasan ini terwujud, wajah perekonomian Majalengka akan mengalami perubahan besar.

Kehadiran industri pertahanan tidak hanya akan mendorong iklim investasi, tetapi juga akan menempatkan Majalengka dalam peta strategis nasional. Kabupaten yang sebelumnya dikenal sebagai daerah agraris ini berpotensi menjelma menjadi pusat ekonomi modern yang terintegrasi dengan sektor pertahanan dan kedirgantaraan.

Kini, masyarakat menantikan langkah nyata dari pemerintah pusat untuk menindaklanjuti usulan tersebut. Jika direalisasikan, BIJB Kertajati tidak hanya akan menjadi sebuah bandara, tetapi juga simbol transformasi Jawa Barat menuju masa depan industri strategis nasional. (bae)

BACA JUGA:Terima Kasih, Jalan Leuwikidang Mulus

 

Kategori :