MAJALENGKA, RADARMAJALENGKA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka menargetkan peningkatan predikat dalam ajang Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tingkat nasional tahun 2025.
Hal ini menjadi bukti keseriusan Pemkab dalam menunjukkan komitmennya mewujudkan lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
Proses Verifikasi Lanjutan KKS tingkat nasional tahun 2025 telah dilaksanakan.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Majalengka, Drs H Eman Suherman MM dan dilakukan secara virtual melalui Zoom Meeting bersama tim verifikator KKS dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, bertempat di Gedung Yudha, Rabu, 13 Agustus 2025.
Verifikasi lanjutan ini merupakan bagian dari tahapan dalam meraih penghargaan tingkat nasional yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan RI kepada daerah yang berhasil membangun lingkungan sehat secara terintegrasi dan berkelanjutan.
BACA JUGA:Pemdes Panjalin Kidul Bersihkan Tumpukan Sampah Puluhan Tahun, Siapkan Taman dan TPS Baru
Sebagai Pengarah Forum KKS 2025 Kabupaten Majalengka, Yusanto Wibowo SIP MP, menyampaikan bahwa dalam ajang penghargaan Swasti Saba yang digelar dua tahun sekali ini, Pemkab Majalengka menargetkan setidaknya memperoleh predikat Wiwerda.
“Tadi memang data yang kami unggah belum sepenuhnya lengkap. Oleh karena itu, kami diberikan waktu dua kali 24 jam untuk melengkapi kekurangannya. Mudah-mudahan, kita bisa naik tingkat,” harap Yusanto kepada wartawan.
Yusanto menjelaskan bahwa terdapat 9 tatanan dengan total 136 indikator dalam penilaian KKS tahun 2025 ini. Kesembilan tatanan tersebut meliputi: kehidupan, masyarakat sehat mandiri, permukiman dan fasilitas umum, satuan Pendidikan, pasar, perkantoran dan perindustrian, pariwisata, transportasi dan tertib lalu lintas, perlindungan sosial dan penanggulangan bencana.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Majalengka, H Agus Suratman, menyampaikan bahwa dalam proses verifikasi ditemukan 35 kekurangan dari 136 data yang harus dilengkapi.
BACA JUGA:2.000 KPM di Brebes Lulus dari Kemiskinan, Tak Lagi Terima Bansos dan Siap Mandiri
“Menurut saya, kekurangan ini tidak terlalu banyak. Dari total 136 data, hanya 35 yang perlu dilengkapi. Dan kami optimistis dapat menyelesaikannya dalam dua kali 24 jam. Semoga tahun ini kita bisa naik tingkat dari predikat Padapa (tahun 2021) menjadi minimal Wiwerda,” jelas kadinkes.
Ia menegaskan bahwa capaian ini bukan semata soal penghargaan Kabupaten/Kota Sehat, melainkan wujud nyata upaya pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan, kenyamanan, dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Kadinkes juga menambahkan bahwa Pemkab Majalengka terakhir kali meraih penghargaan pada tahun 2021 dengan predikat Swasti Saba Padapa.
“Tahun 2023 kita sempat absen mengikuti ajang ini. Mudah-mudahan tahun ini bisa kembali ikut serta dan meraih predikat yang lebih tinggi,” pungkasnya. (ono)