Pemkab Majalengka Usulkan Penanganan Abrasi Sungai Ciwaringin ke BBWS, Warga Panjalin Kidul Mulai Lega

Pemkab Majalengka Usulkan Penanganan Abrasi Sungai Ciwaringin ke BBWS, Warga Panjalin Kidul Mulai Lega

CEK LOKASI: Bupati Drs H Eman Suherman MM didampingi Camat Sumberjaya dan Kepala Desa Panjalin Kidul meninjau lokasi abrasi Sungai Ciwaringin.-Ono Cahyono-radarmajalengka

MAJALENGKA, RADARMAJALENGKA.COM - Warga yang bermukim di bantaran Sungai Ciwaringin, tepatnya di Blok Karanganyar, Desa Panjalin Kidul, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, mulai bernapas lega.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka berencana mengusulkan penanganan abrasi sungai tersebut kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Bupati Majalengka, Drs H Eman Suherman MM, mengatakan penanganan abrasi Sungai Ciwaringin sejatinya merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA), dalam hal ini BBWS sebagai unit pelaksana teknis (UPT).

Namun demikian, kata dia, Pemkab Majalengka tidak tinggal diam karena keselamatan warga menjadi prioritas utama. Tahun ini, pihaknya mengambil langkah cepat dengan mengajukan usulan penanganan abrasi di wilayah perbatasan Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Cirebon tersebut.

BACA JUGA:Cicilan Polytron Fox 350 Paling Worth It DP 30% Plus Angsuran Terendah 400 Ribuan, Soal Spek Jangan Ditanya

“Ini harus menjadi solusi bagi Kabupaten Majalengka. Struktur tanah di wilayah kami terus tergerus akibat derasnya aliran air dari hulu Sungai Ciwaringin sehingga membahayakan keselamatan warga Desa Panjalin Kidul, Kecamatan Sumberjaya,” ujar Eman saat meninjau lokasi abrasi.

Ia menjelaskan, langkah yang akan ditempuh yakni memperbaiki struktur tanah di lokasi terdampak. Salah satu rencana yang diusulkan adalah pembuatan sodetan baru.

“Seperti di wilayah Ampel, Kecamatan Ligung, dibuat sodetan baru. Kalau ini terus dibiarkan, air akan terus menghantam tebing yang dekat dengan permukiman warga. Akibatnya, struktur tanah Majalengka bisa terus bergeser ke wilayah Cirebon di bagian timur sungai,” tuturnya.

Menurut Eman, pembuatan jalur air baru atau sodetan dinilai menjadi solusi yang paling tepat. Material tanah hasil pengerukan nantinya akan dimanfaatkan untuk menutup dan memperkuat titik-titik abrasi.

BACA JUGA:Rekomendasi Motor Listrik 2026 dari 7 Pilihan Terpopuler, Harga Mulai 13 Juta Sampai 35 Juta, Apa Saja?

“Saya sudah meminta camat dan kuwu untuk segera membuat surat atau proposal usulan. Mudah-mudahan bisa direalisasikan tahun ini. Namun saat ini pemerintah pusat masih memfokuskan anggaran untuk penanganan masalah di Sumatera,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Panjalin Kidul, Kecamatan Sumberjaya, Dudung Abdullah Yasin, mengapresiasi langkah Bupati Majalengka yang turun langsung meninjau kondisi abrasi Sungai Ciwaringin di wilayahnya.

Menurut Dudung, abrasi Sungai Ciwaringin sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu dan belum pernah mendapatkan penanganan serius dari pemerintah pusat. Bahkan, pilar batas wilayah Majalengka di Kampung Pesantren terus bergeser akibat tergerus abrasi.

“Secara geografis, wilayah Majalengka semakin berkurang. Di Desa Panjalin Kidul saja, sepanjang kurang lebih satu kilometer tanah sudah tergerus,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait