Pria 61 tahun asal Talaga yang sukses mejadi pengusaha eksportr ini menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan Ponpes Bustanul Hidayah karena ketika diundang pada acara peringatan Maulud Nabi tidak bisa hadir.
BACA JUGA:Bertahap, Layanan Kantor Cabang dan ATM BSI Kembali Pulih
Kang Nana menyatakan ikut berbahagia kepada para calon jamaah haji asal Kecamatan Maja yang akan menunaikan rukun Islam kelima tahun ini.
Kang Nana mengingatkan agar berangkat ke Tanah Suci didasari karena Allah dan bukan karena ingin dipanggil haji. Ia pun mengingatkan agar ketika sampai di depan Kakbah, para jamaah haji fokus untuk berdoa dan ibadah tawaf dan jangan sampai memilih untuk foto selfie depan Kakbah.
Iapun berharap peran KBIH untuk dapat membina para jamaahnya agar leboh fokus untuk beribadah selama di Tanah Suci nanti.
Kang Nana juga menyinggung soal pola pembelajaran di pondok pesantren. Ia berharap agar para santri di pondok pesantren bisa belajar dan pandai Bahasa Arab dengan muhodharoh serta muhadhatsah.
Dijelaskan muhodharoh maksudnya pelatihan berdialog, mengemukakan pendapat dan berbicara di depan umum (pidato/ceramah/orasi).
“Saya berharap para santri memiliki kemampuan berbahasa Arab yang baik,” harap alumni SMAN 1 Majalengka dan Unpad Bandung ini.
Kang Nana membeberkan bahwa dirinya berasal dari Talaga dan menimba ilmu di Talaga hingga SMP, karena ketika itu belum ada SMA. Lalu melanjutkan ke Smansa dan kuliah di Unpad Bandung.
Pria yang lama menetap di Singapura dan beristrikan Ir Hj Lia Erlialita dengan tiga anak. Dua anaknya sebagai dokter dan telah menjadi PNS, sedangkan bungsu perempuannya masih kuliah tingkat II di Universitas New York Amerika Serikat.
Ia mengingatkan agar apapun yang dilakukan maka tanya apakah itu akan berkah atau tidak. “Sisakan satu pertanyaan ketika kita akan melakukan sesuatu, apakah itu piberkaheun atawa henteu,” ujanya.
Diungkapkan Kang Nana sesuai dengan pesanan panitia karena waktunya terbatas, ia tidak panjang lebar untuk berbicara. “Berkah itu maknanya bertambahnya kebaikan, semoga ke depan Majalengka menjadi BERKAH,” ujar calon bupati dari independen dengan visi Majalengka BERKAH tersebut. (ara/adv)
BACA JUGA:Daftar 10 Desa Terindah di Kabupaten Majalengka, Ada yang Mirip di Sherpa Nepal