Mahasiswa Unma Gelar Aksi Saat Dies Natalis ke-20, Soroti Polemik Statuta 2026

Mahasiswa Unma Gelar Aksi Saat Dies Natalis ke-20, Soroti Polemik Statuta 2026

Mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa saat Dies Natalis ke-20 Universitas Majalengka, menyoroti polemik statuta 2026.-Ono Cahyono-radarmajalengka

MAJALENGKA, RADARMAJALENGKA.COM - Peringatan Dies Natalis ke-20 Universitas Majalengka (Unma) diwarnai aksi unjuk rasa mahasiswa yang menyoroti polemik statuta baru tahun 2026, Sabtu (18/4/2026).

Aksi tersebut digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) bersama perwakilan sejumlah fakultas, di antaranya Fakultas Agama Islam (FAI), Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), serta Fakultas Pertanian (Faperta).

Dalam aksi itu, mahasiswa mengkritik kebijakan yayasan terkait penyusunan statuta baru yang dinilai tidak sesuai prosedur hukum.

Ketua BEM Unma, Nendi Nurdiana, mengatakan statuta 2026 diduga cacat prosedural karena tidak melalui tahapan uji publik dan pembahasan di tingkat senat universitas.

BACA JUGA:Polemik Statuta Unma, Akademisi Soroti Prosedur Penyusunan oleh YPPM

“Kami mempertanyakan keabsahan statuta ini karena tidak melalui mekanisme yang semestinya, seperti uji publik dan rapat senat,” ujarnya.

Mahasiswa menyampaikan dua tuntutan utama. Pertama, mendesak agar statuta 2026 direvisi sesuai prosedur yang berlaku. Kedua, meminta yayasan mengembalikan statuta tahun 2022 sebagai dasar tata kelola universitas.
Mahasiswa lainnya, Reza Firmansyah, menambahkan polemik internal Yayasan Pembina Pendidikan Majalengka (YPPM) telah berlangsung dalam tiga tahun terakhir.

Menurut dia, penyusunan statuta terbaru dinilai tidak transparan karena tidak disosialisasikan kepada sivitas akademika, bahkan drafnya tidak diketahui.

“Penyusunan ini tidak sesuai prosedur. Seharusnya ada uji publik karena di Unma terdapat lembaga pertimbangan, namun hal itu tidak dilakukan,” katanya.

BACA JUGA:Bupati Majalengka Ancam Ambil Langkah Jika Konflik Internal Unma Tak Segera Diselesaikan

Mahasiswa juga menyoroti kinerja YPPM yang dinilai belum mampu menyelesaikan persoalan internal kampus.
“Selama 20 tahun Unma berdiri, masih banyak persoalan yang belum terselesaikan. Konflik internal terus terjadi tanpa adanya perubahan signifikan,” ujarnya.

Aksi berlangsung di tengah rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-20 Unma yang seharusnya menjadi momentum refleksi bagi sivitas akademika. (ono)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: