Senyum Haru Cecep Saripudin, Penerima Kaki Palsu dari BAZNAS Majalengka

Senyum Haru Cecep Saripudin, Penerima Kaki Palsu dari BAZNAS Majalengka

BAZNAS Majalengka bantu Cecep Saripudin dapat kaki palsu.-Dok-Istimewa

RADARMAJALENGKA.COM-Majalengka – Senyum haru merekah di wajah Cecep Saripudin (28), warga Blok Desa, Desa Kagok, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka, pada Selasa (29/10/2025). Hari itu menjadi titik balik dalam hidupnya.

Melalui kepedulian Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka, Cecep menerima satu set kaki palsu yang mengembalikan harapan, semangat, dan kepercayaan dirinya.

Penyerahan sekaligus pemasangan kaki palsu dilakukan di Kantor BAZNAS Majalengka, dipandu langsung oleh Iwan Irawan dari Anugerah Jaya Disabilitas, mitra penyedia alat bantu disabilitas yang bekerja sama dengan BAZNAS Indonesia.

BACA JUGA:Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Petani Majalengka Sambut Gembira Kebijakan Pemerintah

Momen itu juga disaksikan oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Majalengka H. Idi Purnama dan Ketua Pelaksana Drs. Uuh Fathuloh.

Ketua BAZNAS Majalengka, Agus Asri Sabana, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kami berupaya menyentuh langsung masyarakat melalui berbagai program kemanusiaan. Sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Daerah, sudah menjadi kewajiban kami untuk membantu sesama,” ujarnya.

BACA JUGA:Bupati Majalengka Tegas: Pengusaha yang Belum Kembalikan kelebihan Bayar Akan Diblacklist

Menurut Agus, pemberian kaki palsu bukan hanya pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga dukungan moral dan sosial agar penerima kembali percaya diri.

Sebelumnya, Cecep sempat kehilangan semangat hidup setelah kakinya diamputasi akibat kecelakaan. Kini, ia kembali menapak harapan baru.

“Selama ini Cecep merasa minder karena keterbatasan fisik. Dengan kaki palsu ini, kami ingin menyalakan semangatnya kembali agar bisa beraktivitas seperti sedia kala,” lanjut Agus.

Suasana haru menyelimuti ruangan saat Cecep mencoba kaki barunya untuk pertama kali. Air mata bahagia menetes dari wajahnya dan sang ibu yang setia mendampingi.

Bagi mereka, kaki palsu itu bukan sekadar alat bantu, melainkan simbol harapan, keberanian, dan kebangkitan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: