Lebih dari 50% Kios Kosong, Pasar Sindangkasih Majalengka Kian Sepi
Pasar Tradisional Sindangkasih-Dok-Istimewa
RADARMAJALENGKA.COM-Kondisi Pasar Tradisional Sindangkasih, Majalengka, memprihatinkan. Hampir 90% bangunan rusak dan tidak layak digunakan. Lingkungan sekitar juga tampak kumuh. Saat hujan, area pasar becek berlumpur, sementara ketika kemarau udara panas dan berdebu.
Ketua DPD Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Majalengka, Akbar S Harto, menilai kondisi ini membuat konsumen lebih banyak berbelanja ke pasar modern daripada pasar tradisional. Hanya kebutuhan tertentu yang masih dicari di pasar tradisional.
BACA JUGA:Patrick Kluivert Dukung Eliano Reijnders dan Thom Haye Gabung Persib Bandung demi Menit Bermain
“Kondisi pasar sangat memprihatinkan. Kios banyak yang kosong, lebih dari 50% tidak terpakai karena rusak. Pedagang ada yang berhenti berjualan atau pindah jadi pedagang emperan. Jumlah pembeli juga menurun,” ujar Akbar.
Akbar mendesak agar revitalisasi empat pasar tradisional milik Pemkab Majalengka segera dilakukan, yakni Pasar Sindangkasih, Pasar Kadipaten, Pasar Jatitujuh, dan Pasar Prapatan. Pasalnya, seluruhnya sudah melewati masa layak pakai. Bahkan, tiga pasar di antaranya, yakni Sindangkasih, Jatitujuh, dan Kadipaten, masa hak guna bangunan (HGB)-nya sudah habis lebih dari empat tahun.
BACA JUGA:Ultimatum FC Twente untuk Mees Hilgers: Perpanjang Kontrak atau Hanya Duduk di Tribun
Menurut Akbar, perbaikan pasar tradisional bukan sekadar persoalan bangunan fisik. Faktor manajemen, kebersihan, dan kenyamanan juga sangat menentukan daya tarik masyarakat untuk berbelanja.
“Revitalisasi pasar tidak hanya memperbaiki bangunan, tapi juga menghidupkan kembali denyut ekonomi rakyat kecil yang selama ini menggantungkan hidup di pasar tradisional,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
