Angka Kematian Ibu 646 Kasus, Jabar Percepat Program KB Pascapersalinan
Kepala DP3AKB Jawa Barat, Siska Gerfianti-Dok-Istimewa
RADARMAJALENGKA.COM-Bandung, 22 April 2026— Angka Kematian Ibu (AKI) di Provinsi Jawa Barat masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan dan keluarga. Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) terus mendorong penguatan program Keluarga Berencana Pascapersalinan (KBPP) sebagai solusi strategis.
Hal ini disampaikan dalam webinar bertema “Perempuan Cerdas, Keluarga Terencana: Peran KB Pasca Persalinan dalam Semangat Kartini”yang digelar Rabu (22/4/2026), dalam rangka memperingati Hari Kartini.
BACA JUGA:Classy Grls Day Out Kartini Day 'Dari Kebaya ke Jalan Raya'
Kepala DP3AKB Jawa Barat, Siska Gerfianti, mengungkapkan bahwa capaian Total Fertility Rate (TFR) tahun 2025 berada di angka 2,07, melampaui target 2,02 yang ditetapkan untuk 2026.
“Perlu evaluasi bersama karena kemungkinan masih ada pencatatan KB yang belum optimal sehingga angka kelahiran meningkat,” ujarnya.
AKI dan AKB Masih Tinggi
Selain TFR, Jawa Barat juga menghadapi tantangan pada indikator kesehatan ibu dan anak. Tercatat:
- AKI: 646 kasus (88,78 per 100.000 kelahiran hidup)
- AKB: 5.037 kasus (6,92 per 1.000 kelahiran hidup)
Di sisi lain, prevalensi stunting berdasarkan SSGI 2024 mencapai 15,9 persen, meskipun mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Pemerintah menargetkan angka tersebut turun di bawah 14 persen pada 2026 dan di bawah 5 persen pada 2030.
BACA JUGA:Kinerja Pemkab Majalengka 2025 Tembus 103,36%, Tujuh Sasaran Strategis Lampaui Target
Masalah Sosial Ikut Mempengaruhi
Siska juga menyoroti persoalan ketahanan keluarga yang turut memengaruhi kondisi tersebut. Data menunjukkan:
- Hampir 98 ribu kasus perceraian
- Sekitar 3.500 kasus kekerasan perempuan dan anak
Fenomena pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol) disebut menjadi salah satu faktor pemicu meningkatnya tekanan dalam keluarga.
KB Pascapersalinan Jadi Solusi Strategis
Program KBPP dinilai memiliki peran penting dalam mengatasi berbagai persoalan tersebut. Siska menjelaskan empat manfaat utama KBPP:
- Mengatur jarak kelahiran ideal
- Mencegah kehamilan berisiko tinggi
- Menurunkan AKI dan AKB
- Mendukung percepatan penurunan stunting
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
