Syarat Sah Puasa Ramadhan Menurut Alquran dan Hadist
Syarat sah puasa Ramadhan, simak penjelasan berikut ini.-Foto: Kemenag - Ilustrasi-radarmajalengka.com
4. Mumayyiz (Dapat Membedakan Baik dan Buruk)
Anak kecil yang sudah mumayyiz (biasanya sekitar usia 7 tahun atau lebih, tergantung kemampuan memahami) boleh berpuasa dan puasanya sah, meskipun belum wajib.
Dari Rubayyi’ binti Mu’awwidz r.a., ia berkata:
“Kami membiasakan anak-anak kecil kami berpuasa dan kami membuatkan mereka mainan dari wol. Jika mereka menangis karena lapar, kami berikan mainan itu sampai waktu berbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim)
5. Mengetahui Masuknya Waktu Puasa
Puasa harus dilakukan pada waktu yang telah ditentukan, yaitu sejak terbit fajar (Subuh) hingga terbenam matahari (Maghrib). Jika seseorang makan setelah masuk waktu Subuh karena tidak tahu waktunya sudah masuk, maka puasanya bisa batal.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i)
Selain itu, hadis yang sangat terkenal: “Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
6. Berniat Puasa
Niat merupakan syarat sah puasa. Untuk puasa wajib seperti Ramadhan, niat harus dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar.
Dalil Al-Qur’an: Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 187: “Makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam.” (QS. Al-Baqarah: 187)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
