Komdigi Kena Sorotan! Kumpulkan Data Pelamar Kerja di Google Drive, Netizen Heboh soal Data Pribadi yang Bocor

Komdigi Kena Sorotan! Kumpulkan Data Pelamar Kerja di Google Drive, Netizen Heboh soal Data Pribadi yang Bocor

Komdigi menjadi sorotan usai kumpulkan daftar lamaran kerja di Google Drive- -radarmajalengka.com

RADARMAJALENGKA.COM - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah menjadi sorotan publik setelah muncul isu dugaan kebocoran data pribadi pelamar kerja di lingkungan kementerian.

Insiden ini mencuat ketika sejumlah konten kreator dan netizen menemukan bahwa data pelamar yang diunggah dalam proses rekrutmen dapat diakses secara terbuka melalui Google Drive, sehingga memicu kekhawatiran luas soal keamanan data pribadi.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengonfirmasi bahwa kementerian saat ini sedang melakukan penelusuran internal untuk menelusuri penyebab kebocoran tersebut.

Penyelidikan dilakukan melalui Inspektorat Jenderal (Irjen) Komdigi dan Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital, yang merupakan unit pelaksana rekrutmen terkait.

BACA JUGA:PSSI Didenda Komite Disiplin AFC Rp235 Juta di Piala Asia Futsal 2026, Ini Rincian Sanksi dan Penyebabnya

"Lagi ditelusuri dan lagi diperiksa oleh Irjen. Jadi, kesalahannya di mana dan kita lihat kenapa itu bisa terjadi," ujar Nezar, Jumat (6/2).

Kejanggalan ini pertama kali viral setelah video dari konten kreator Abil Sudarman di media sosial memperlihatkan bahwa tautan pendaftaran pekerjaan dari Komdigi mengarahkan pelamar ke folder Google Drive yang bersifat terbuka untuk umum.

Di dalam folder tersebut, sejumlah dokumen penting seperti CV, KTP, transkrip nilai, surat lamaran, hingga surat keterangan kesehatan dapat terlihat oleh siapa saja tanpa perlu login atau otentikasi khusus.

Temuan ini langsung menuai kritik tajam dari berbagai kalangan karena bertentangan dengan prinsip perlindungan data pribadi serta Standar Operasional Prosedur (SOP) di lingkungan pemerintahan, khususnya dari sebuah kementerian yang bertanggung jawab atas ruang digital dan keamanan siber.

BACA JUGA:Tabel Angsuran KUR BRI Februari 2026, Bunga Rendah 6% Per Tahun, Pinjaman 10-100 Juta, Begini Detailnya

Bahkan sejumlah pihak menilai praktik ini berpotensi melanggar Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) di Indonesia.

Menanggapi polemik tersebut, Nezar memastikan bahwa akses ke folder Google Drive yang sempat digunakan untuk proses rekrutmen kini telah ditutup dan dipindahkan ke platform yang lebih aman.

Ia menyebut bahwa penggunaan platform publik seperti Google Drive dalam proses rekrutmen tidak sesuai dengan SOP Komdigi, dan kasus ini tengah ditelisik untuk mengetahui titik kesalahan prosedural yang terjadi.

Selain itu, menurut laporan, Kemkomdigi telah melakukan pembicaraan internal dengan unit memiliki tanggung jawab atas lowongan tersebut yakni Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait