Kerahasiaan data dijamin sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Bupati Majalengka Eman Suherman menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Menurutnya, data yang akurat menjadi fondasi utama dalam menentukan arah pembangunan daerah dan memastikan setiap kebijakan tepat sasaran.
"Data yang baik akan menghasilkan kebijakan yang tepat. Karena itu, kita harus mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 agar menghasilkan data yang akurat dan berkualitas," kata Eman.
Pemkab Majalengka bersama BPS juga mencanangkan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) sebagai bagian dari penguatan ekosistem statistik di tingkat desa.
Pada 2026, pembinaan dilakukan di Kelurahan Simpeureum, Desa Tenjolayar dan Desa Karayunan, Kecamatan Cigasong. Program tersebut bertujuan meningkatkan literasi statistik aparatur desa serta memperkuat standar pengelolaan data untuk mendukung perencanaan pembangunan.
Sejalan dengan semangat satu data, Pemerintah Kabupaten Majalengka juga melakukan pemutakhiran data kemiskinan melalui verifikasi penerima bantuan sosial.
Dari 126.925 keluarga penerima manfaat yang masuk dalam pendataan, sebanyak 2.552 keluarga mengalami graduasi mandiri atau perubahan status, terdiri atas 1.216 penerima meninggal dunia, 779 mengundurkan diri, 391 pindah domisili, dan 166 tidak ditemukan.
Hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya akan menjadi salah satu landasan penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan Kabupaten Majalengka tahun 2027, termasuk pencapaian target pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penciptaan lapangan kerja.
Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, BPS berharap Sensus Ekonomi 2026 dapat menghasilkan basis data ekonomi yang komprehensif dan menjadi pijakan dalam mewujudkan pembangunan Majalengka yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing.
"Terima petugas Sensus Ekonomi, isi data dengan benar, dan rahasia data terjaga. Mari sukseskan Sensus Ekonomi 2026," demikian ajakan BPS kepada masyarakat.