Rupiah Melemah! Tembus Rp17.000 per Dolar AS dan ISHG Kena Dampak Besar? Simak Penjelasan Berikut Ini!

Senin 09-03-2026,18:07 WIB
Reporter : Miftah Nurohim
Editor : Miftah Nurohim

Tidak hanya nilai tukar rupiah, pelemahan ini juga berdampak pada pasar saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilaporkan sempat terkoreksi hampir 5 persen pada awal pembukaan perdagangan.

BACA JUGA:Ini 6 Jenis Tanaman Hias yang Cocok Ditempatkan di Depan Rumah, Minim Perawatan & Menyaring Udara

Penurunan tajam tersebut mencerminkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap volatilitas ekonomi global yang meningkat.

Aksi jual investor asing di sejumlah saham berkapitalisasi besar juga turut memperburuk tekanan di pasar saham domestik.

Pengamat pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai bahwa kombinasi sentimen eksternal dan kekhawatiran terhadap kondisi fiskal domestik menjadi faktor utama yang menekan pergerakan rupiah dan IHSG secara bersamaan.

Menurutnya, ketika ketidakpastian global meningkat, investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko di negara berkembang.

BACA JUGA:Motor Listrik Vietnam Masuk Pasar Indonesia, Daftar Harga Skuter Listrik Vinfast Dalam Rupiah Tahun 2026

Di sisi lain, pelaku pasar kini menanti langkah lanjutan dari otoritas ekonomi, terutama Bank Indonesia, dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Biasanya, bank sentral memiliki sejumlah instrumen untuk meredam volatilitas pasar, mulai dari intervensi di pasar valuta asing hingga kebijakan moneter lainnya.

Ke depannya, stabilitas rupiah diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik global, arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat, serta kondisi fundamental ekonomi Indonesia.

Jika tekanan eksternal mereda dan sentimen pasar kembali stabil, nilai tukar rupiah berpotensi kembali menguat dan menjauh dari level psikologis Rp17.000 per dolar AS.

BACA JUGA:Spesifikasi Kamera Xiaomi 17 Ultra, Kamera Profesional yang 'Dibungkus' di Perangkat Smartphone

Kategori :