Tanpa digerakkan lembaga resmi, rasa kebersamaan regional dapat muncul melalui interaksi daring.
Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, istilah ini menjadi contoh bagaimana media sosial membentuk solidaritas baru.
Sekaligus membuka ruang diskusi tentang pentingnya saling menghormati budaya di ruang publik digital.
*Artikel ini ditulis oleh Rahma Diniati mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon yang sedang magang.