RADARMAJALENGKA.COM - Bagi banyak orang, kekhawatiran terbesar saat beralih dari motor konvensional ke kendaraan listrik adalah air.
Pertanyaan "apakah motor listrik boleh kena hujan?" seringkali menjadi penghalang niat untuk membelinya.
Faktanya, para produsen telah merancang motor listrik dengan standar keamanan tinggi untuk menghadapi cuaca ekstrem, termasuk iklim tropis Indonesia yang sering diguyur hujan lebat.
Mau tahu apakah motor listrik boleh kena hujan dan jawabannya? Simak informasi dan penjelasan berikut ini.
Standar Keamanan IP (Ingress Protection) Rating
Komponen vital seperti baterai, kontroler, dan motor penggerak tidak dibiarkan terbuka begitu saja.
Melansir dari halaman resmi Polytron yang menjadi salah satu pelopor kendaraan listrik di Indonesia, motor listrik mereka (Polytron) telah dilengkapi dengan sertifikasi Ingress Protection (IP) rating, umumnya IP67.
Angka ini menunjukkan bahwa komponen tersebut terlindungi sepenuhnya dari debu dan mampu bertahan meski terendam air pada kedalaman satu meter selama 30 menit.
Jadi, sekadar terkena air hujan saat berkendara atau diparkir di tempat terbuka bukanlah masalah besar.
BACA JUGA:4 Perbandingingan Keunggulan Motor Listrik dari Motor Bensin, Auto Transisi ke Kendaraan Listrik!
Perhatikan Beberapa Aspek Teknis Meski Aman Dari Hujan
Meski aman, kamu tetap perlu memperhatikan beberapa aspek teknis.
Air hujan memang tidak akan membuat motor langsung korslet, namun kelembapan yang terjebak di area soket pengisian daya dalam jangka panjang bisa memicu korosi.
Oleh karena itu, pastikan penutup lubang charger selalu tertutup rapat sebelum kamu menembus badai.