Menurutnya, PANI sudah memberikan penyuluhan kepada para siswa dan mahasiswa, tapi karena Covid-19, akhirnya dihentikan.
“Kami membutuhkan seribu tenaga penyuluh anti narkoba, dan kami akan terus mencetak tenaga trainer untuk menanggulangi ancaman bahaya narkoba di Kabupaten Majalengka dan tanah air,” tandas Oman.
Sementara itu, Ketua panitia ToT PANI, AKP (Purn) Susilo SH menyebutkan, ToT ini merupakan pertama kalinya dilaksanakan di Kabupaten Majalengka.
Disebutkan Susilo ada 60 peserta yang sudah resmi mendaftar tapi yang aktif mengikuti ToT hingga usai dan mendapatkan sertifikat sebanyak 31 orang.
Peserta ToT tidak hanya dari Kabupaten Majalengka tapi juga dari Sumber Cirebon dan Kabupaten Indramayu.
“Kami konsern untuk melakukan upaya preventif atau pencegahan bahaya narkoba dengan memberikan penyuluhan kepada pelajar, mahasiswa dan masyarakat agar tidak terjerumus,” beber Susilo.
Mantan Kasat Narkoba Polres Majalengka ini menyampaikan terima kasih kepada Bupati Majalengka dan jajarannya yang telah mendukung dan mensupport kegiatan PANI.
“Kabupaten Majalengka semakin berkembang dan maju dengan adanya BIJB dan pabrik- pabrik besar. Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang patut diwaspadai dan diantisipasi. Sementara di Kabupaten Majalengka belum ada BNN, dan PANI sebagai mitra BNN siap ikut menyelamatkan nasib bangsa ini dari bahaya narkoba,” tandasnya.