MAJALENGKA – Sejumlah ulama dan kiai yang tergabung dalam Forum Komunikasi Majelis Taklim (FKMT) Kecamatan Sindangwangi menggelar doa bersama di pemakaman Ketua FKMT Alm Wahyudin MNers yang meninggal akibat terkonfirmasi Covid-19, Sabtu (19/12).
Doa bersama dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan ketat. Peserta yang hadir dibatasi tidak lebih dari 20 orang. Diwajibkan memakai masker, membawa hand sinitizer, mengatur jarak dan tidak boleh bersentuhan baik saat acara maupun seusai acara.
Kegiatan dihadiri pihak keluarga dan sejumlah tokoh kiai, ulama serta ustad perwakilan Majelis Taklim se Kecamatan Sindangwangi. Hadir pula sejumlah pengurus DKM Jami Miftahussalam, serta pengurus PK KNPI Kecamatan Sindangwangi dan unsur BPD Desa Lengkong Kulon.
H Jaja, kakak almarhum Wahyudin mewakili keluarga mengucapkan terima kasih kepada para ulama, kiai dan tokoh lain yang ikut mendoakan almarhum. Dia juga meminta maaf jika almarhum memiliki kesalahan, dan memohon agar semua perjuanganya bisa dilanjutkan. terutama di bidang dakwah.
“Atas nama keluarga, saya sangat berterima kasih kepada semua warga, termasuk para kiai, ustad dan tokoh masyarakat. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah dan semoga perjuangan dan cita-citanya dalam berdakwah bisa terus dilanjutkan,” tuturnya.
Sementara Ustad Zaenal Arifin pengurus FKMT mengaku sangat kehilangan sosok pemimpin dan guru yang baik. Almarhum kata dia merupakan sosok yang baik, supel dan dermawan serta sangat peduli terhadap pendidikan terutama pendidikan madrasah.
“Kami semua sangat kehilangan, dan kehadiran kami di sini ingin mendoakan almarhum. Semoga amal ibadahnya bisa diterima di sisi Allah,” ucapnya.
Kapolsek Sindangwangi AKP Deni Rusnandar mengapresiasi kegiatan yang dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan tersebut. Dia menjelaskan untuk melawan virus Corona dibutuhkan kerja sama, termasuk kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan.