PUI Majalengka Ajak Semua Pihak Perkuat Literasi Digital dan Peran Keluarga

PUI Majalengka Ajak Semua Pihak Perkuat Literasi Digital dan Peran Keluarga

Ketua DPD Persatuan Umat Islam (PUI) Kabupaten Majalengka, KH. Asep Zaki Mulyatno, S.KM, M.KM,-Baehaqi-radarkuningan

MAJALENGKA, RADARMAJALENGKA.COM  - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Umat Islam (PUI) Kabupaten Majalengka mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat edukasi digital, pendidikan karakter, dan peran keluarga menyusul beredarnya grup media sosial bertema LGBT yang disebut dikaitkan dengan wilayah Kabupaten Majalengka.

Ketua DPD PUI Kabupaten Majalengka, KH Asep Zaki Mulyatno SKM MKM, mengatakan fenomena tersebut perlu disikapi melalui langkah-langkah preventif dengan melibatkan pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat.

"Kami di Persatuan Umat Islam sangat prihatin dengan adanya grup bertema LGBT yang dikaitkan dengan Majalengka dan disebut telah diikuti ribuan akun media sosial. Hal ini menjadi perhatian bersama," ujar Asep Zaki, Senin (20/7).

Menurutnya, upaya pencegahan tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. PUI, lanjutnya, akan menindaklanjuti seruan Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta mendukung kebijakan pemerintah melalui penguatan pendidikan karakter dan nilai-nilai sosial di masyarakat.

BACA JUGA:Bawaslu Majalengka dan Unma Kolaborasi Siapkan Debat Hukum Pemilu VI

Ia menilai perkembangan teknologi informasi telah membuka ruang interaksi yang semakin luas. Di sisi lain, kemudahan mengakses berbagai konten di media sosial menjadi tantangan yang memerlukan peningkatan literasi digital, terutama bagi anak-anak dan remaja.

Sebagai langkah konkret, PUI akan memanfaatkan jaringan lembaga pendidikan di bawah naungannya untuk memperkuat pendidikan karakter. Edukasi mengenai penggunaan media sosial secara bijak serta pentingnya menjaga pergaulan akan disampaikan kepada siswa melalui kepala sekolah, guru, tenaga pendidik, dan ustaz, termasuk dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan sekolah (MPLS).

Selain melalui sekolah, PUI juga akan memperluas edukasi melalui majelis taklim, pengajian, dan berbagai kegiatan kemasyarakatan agar pesan tersebut dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Asep Zaki menegaskan keluarga memiliki peran utama dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak, termasuk penggunaan media sosial, menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah berbagai persoalan sosial.

BACA JUGA:Empat Kandidat Masuk Final Seleksi Direktur Operasional BPR Majalengka, Tinggal Tunggu Penetapan OJK

"Dukungan dan kepedulian orang tua serta lingkungan keluarga harus menjadi langkah awal dalam mencegah berbagai persoalan sosial di masyarakat," katanya.

Ia menambahkan, PUI juga akan melakukan pemetaan terhadap wilayah yang dinilai memerlukan perhatian lebih agar program pembinaan dan edukasi dapat berjalan secara efektif.

Menurutnya, keberhasilan upaya tersebut bergantung pada kolaborasi pemerintah daerah, dunia pendidikan, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat dalam memperkuat pendidikan karakter serta meningkatkan literasi digital.

DPD PUI Kabupaten Majalengka berharap gerakan edukasi dan penyadaran tersebut mendapat dukungan dari seluruh pihak sehingga dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. (bae)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait