Tanpa Kemewahan, Perpisahan SDN Ciborelang 3 Hadirkan Seni Budaya dan Sungkeman Penuh Makna
Kenaikan kelas dan perpisahan siswa SDN Ciborelang 3, Kabupaten Majalengka. -Dok-Istimewa
RADARMAJALENGKA.COM – Tak ada dekorasi mewah. Tak ada pesta yang menguras biaya. Yang terdengar justru alunan musik tradisional, tawa anak-anak, dan isak haru para orang tua ketika putra-putri mereka bersimpuh mencium tangan sebagai ungkapan terima kasih.
Pemandangan itu tersaji dalam acara kenaikan kelas dan perpisahan siswa SDN Ciborelang 3, Kabupaten Majalengka.
Sebuah kegiatan yang membuktikan bahwa perpisahan sekolah tidak harus identik dengan kemewahan.
BACA JUGA:Momentum 10 Muharram, 424 Anak Yatim di Majalengka Terima Bantuan Perlengkapan Sekolah
Justru dalam kesederhanaan, nilai-nilai budaya, pendidikan karakter, dan kasih sayang keluarga menemukan ruang terbaik untuk tumbuh.
Di halaman sekolah yang disulap menjadi panggung sederhana, satu per satu siswa menampilkan kemampuan terbaik mereka.
Ada yang membawakan seni budaya daerah, memperagakan prosesi upacara adat, menyampaikan pidato dalam bahasa Inggris, melantunkan hafalan surat-surat pendek Al-Qur'an, hingga mempertunjukkan berbagai kreativitas yang selama ini diasah di sekolah.
Setiap penampilan mendapat tepuk tangan meriah dari para orang tua. Bukan semata karena sempurna, melainkan karena mereka menyaksikan proses belajar yang telah ditempuh anak-anak selama bertahun-tahun.
Suasana berubah menjadi hening ketika prosesi sungkeman dimulai.Anak-anak berjalan perlahan menghampiri ayah dan ibu mereka. Dengan mata berkaca-kaca, mereka bersimpuh, mencium tangan orang tua, lalu memeluknya erat.
BACA JUGA:Eman Suherman Lantik 4 Pejabat Eselon II untuk Isi Jabatan Strategis
Banyak orang tua yang tak mampu menahan air mata. Momen sederhana itu menjadi pengingat bahwa perjalanan pendidikan seorang anak tidak pernah lepas dari doa, pengorbanan, dan kasih sayang keluarga.
Di tengah derasnya arus modernisasi, prosesi sungkeman menghadirkan kembali nilai-nilai penghormatan kepada orang tua yang mulai jarang terlihat dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi sebagian keluarga, momen itu menjadi kenangan yang akan terus melekat jauh setelah anak-anak meninggalkan bangku sekolah dasar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
